Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nggak Sia sia ke Rusia, Indonesia Kantongi 13 Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026

Nggak Sia sia ke Rusia, Indonesia Kantongi 13 Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026 Kredit Foto: Kemenprin

Forum-forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, seperti pengembangan manufaktur maju, industri semikonduktor, telematika, industri maritim, hilirisasi sumber daya alam, industri sawit berkelanjutan, hingga penguatan rantai nilai industri antara kawasan Eurasia dan ASEAN.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy mengatakan, tingginya minat mitra internasional selama penyelenggaraan INNOPROM 2026 menjadi sinyal positif bagi daya saing industri Indonesia.

"Capaian yang diraih Indonesia selama INNOPROM 2026 menunjukkan bahwa industri nasional semakin dipercaya. Berbagai kerja sama yang terbangun melalui ajang ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, dan kolaborasi industri yang memberikan nilai tambah bagi penguatan daya saing manufaktur Indonesia," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Direktur Program Bisnis Formika Event, Anton Atrashkin. Menurutnya, partisipasi Indonesia pada INNOPROM tahun ini menjadi salah satu yang paling berkesan.

Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perluas Peluang Investasi Global Lewat Partisipasi Perdana Indonesia di INNOPROM 2026

"Ini merupakan kali pertama pelaku usaha Indonesia hadir di Rusia dalam skala sebesar ini, dan kami melihat begitu banyak talenta serta energi yang dicurahkan untuk menghadirkan paviliun dan rangkaian kegiatan yang sangat mengesankan," katanya.

Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 dinilai berhasil memperkuat diplomasi industri nasional. Selain memperluas jejaring internasional, partisipasi tersebut juga menghasilkan kerja sama konkret yang diharapkan dapat mendorong investasi, memperkuat industri bernilai tambah, dan membuka akses pasar baru di kawasan Eurasia.

Berbagai kesepakatan yang telah dicapai diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan kemitraan industri Indonesia dengan negara-negara Eurasia sekaligus mendukung transformasi industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman