Diakui Trump, Amerika Tak Pernah Serius Bernegosiasi dengan Iran: Itu Hanya Sebuah Tes
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan bahwa negaranya tidak pernah serius dalam upaya negosiasi dengan Iran. Ia mengaku hal itu selama ini tidak pernah benar-benar dimaksudkan sebagai jalan damai dengan menyebut nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani kedua negara bulan lalu hanyalah sebuah "tes", bukan kesepakatan yang memiliki arti besar.
Trump mengecilkan arti nota kesepahaman yang sebelumnya diumumkan sebagai dasar untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, dokumen tersebut tidak pernah dipandang sebagai kesepakatan final yang harus dijalankan.
Baca Juga: Diakui Senator, Amerika Perlahan Dibuat Bangkrut Perang Iran: Biaya Sudah Tembus US$100 Miliar
"Itu hanya sebuah tes. Tidak terlalu berarti karena kami berurusan dengan orang-orang yang tidak terhormat dan tidak mematuhi isi kesepakatan," ujar Trump, dikutip Selasa (14/7).
Pernyataan tersebut memunculkan kesan bahwa mereka memang tidak pernah menempatkan proses perundingan sebagai solusi utama dalam menyelesaikan konflik dengan Teheran.
Iran di sisi lain juga memiliki pandangan berbeda mengenai nota kesepahaman tersebut. Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan dokumen itu justru mengakui kendalinya atas Selat Hormuz. Hal itu juga memberikan legitimasi terhadap aturan yang diterapkan Iran bagi kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump, selain membahas negosiasi, juga memberikan kejelasan mengenai dukungannya terhadap kelompok oposisi di Iran. Meski sebelumnya pernah menyerukan agar rakyat negara itu mengambil alih pemerintahan setelah serangan udara mereda, kali ini ia justru meminta demonstran untuk tidak kembali turun ke jalan.
Trump menilai warga sipil yang tidak bersenjata tidak akan mampu menghadapi aparat keamanan Iran yang melakukan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa.
Ia bahkan mengakui sejak awal tidak pernah benar-benar yakin bahwa pemberontakan rakyat dapat menggulingkan pemerintahan Iran. Padahal ia sebelumnya sempat mendorong narasi tersebut dalam pidatonya pada awal konflik.
Baca Juga: Bersyukur Dipecat Roy Suryo, Ahmad Khozinudin Klaim Jadi Lebih Leluasa Bongkar Kasus Ijazah Jokowi
Rangkaian pernyataan terbaru sang presiden memperlihatkan pendekatan pemerintah terkait yang semakin mengedepankan tekanan militer dibanding jalur diplomasi. Pengakuannya bahwa nota kesepahaman hanyalah sebuah "tes" juga berpotensi memperkuat anggapan bahwa proses negosiasi antara kedua negara sejak awal tidak pernah dibangun dengan komitmen penuh untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: