Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ke Jakarta, Sherly Tjoanda Cerita Masih Ada Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik

Ke Jakarta, Sherly Tjoanda Cerita Masih Ada Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengungkapkan masih ada 43 desa di wilayahnya yang belum menikmati aliran listrik. Meski jumlah tersebut terus berkurang, ia menegaskan pekerjaan pemerintah belum selesai dan menargetkan seluruh desa di Maluku Utara telah berlistrik pada 2027.

Pernyataan itu disampaikan Sherly saat menghadiri Alignment Forum Percepatan Program Listrik Desa Berkelanjutan di Jakarta, Selasa (14/7/2026). Acara tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta perwakilan Kejaksaan, BPKP, dan Kementerian ATR/BPN.

Sherly mengatakan kondisi kelistrikan di Maluku Utara telah mengalami kemajuan dibandingkan saat dirinya mulai menjabat pada awal 2025.

"Saat saya dilantik pada awal 2025, masih ada 70 desa di Maluku Utara yang belum menikmati listrik. Per Juni 2026, jumlahnya telah turun menjadi 43 desa. Artinya, kita bergerak ke arah yang benar, tetapi pekerjaan kita belum selesai," ujar Sherly.

Menurutnya, penurunan jumlah desa yang belum berlistrik menjadi modal penting untuk mengejar target elektrifikasi penuh dalam dua tahun ke depan.

"Karena itu, target kami jelas, seluruh desa di Maluku Utara harus berlistrik 100% pada tahun 2027," tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen mempercepat penyediaan infrastruktur pendukung, mulai dari pembangunan akses jalan dan jembatan hingga penyediaan lahan bagi pembangunan gardu listrik.

Sherly menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar berbagai kendala di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat.

"Pemerintah Provinsi akan terus mengawal percepatan ini dengan memastikan kesiapan akses jalan, jembatan, lahan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap hambatan di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat," katanya.

Ia menambahkan, percepatan Program Listrik Desa tidak hanya bertujuan menghadirkan akses energi, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sherly, hadirnya listrik akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak-anak, meningkatkan layanan kesehatan, hingga mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.

"Bagi kami, listrik bukan sekadar membuat lampu menyala. Listrik membuka ruang belajar bagi anak-anak, menghidupkan UMKM, menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan layanan kesehatan, dan menghadirkan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: MBG Libatkan 148 Ribu Pemasok Lokal, DPR Minta Pemerintah Buka Daftar Rantai Pasok ke Publik

Sherly berharap 43 desa yang hingga kini belum menikmati listrik dapat segera teraliri listrik sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Ia juga menyebut perekonomian Maluku Utara terus menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, ekonomi provinsi tersebut tumbuh 34,17 persen secara tahunan (year-on-year) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp133.620,3 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: