Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Zulhas Luruskan Miskonsepsi Kopdes Merah Putih: Bukan Tempat Belanja Biasa

Zulhas Luruskan Miskonsepsi Kopdes Merah Putih: Bukan Tempat Belanja Biasa Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih masih menuai beragam persepsi di tengah masyarakat. Salah satu anggapan yang ramai muncul adalah Kopdes akan berfungsi layaknya supermarket atau pasar swalayan di setiap desa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pun meluruskan anggapan tersebut. Ia menegaskan banyak masyarakat yang masih keliru memahami konsep Kopdes Merah Putih.

"Kopdes itu yang salah paham banyak, dianggap seperti supermarket. Padahal fungsinya sebagai infrastruktur pemerintah, dua sebagai off-taker," kata Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurut Zulhas, salah satu fungsi utama Kopdes Merah Putih adalah menjadi off-taker pemerintah yang siap menyerap hasil pertanian ketika harga di tingkat petani jatuh di bawah harga yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Ramai Isu ASN Dimutasi usai Surat Dinas Bocor, Menteri PU: Masa Nggak Boleh?

"Kalau harga gabahnya di bawah standar yang kita tentukan, maka koperasi bisa take over, beli gabah, jagung, dan lain-lain ya," ujarnya.

Selain menyerap hasil panen petani, Kopdes juga akan menjadi jalur distribusi berbagai program pemerintah di tingkat desa.

"Bantuan-bantuan, bansos, barang-barang subsidi, itu harus melalui Kopdes nanti sehingga jelas, karena tiap desa ada," ungkap Zulhas.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial maupun barang bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran karena dilakukan melalui koperasi yang hadir di setiap desa.

Baca Juga: Bau-bau Korupsi? Purbaya Tanggapi Dugaan Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih Rp5 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa. Fungsinya tidak hanya sebagai tempat penyaluran hasil pertanian, tetapi juga menyediakan toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga gudang untuk menampung hasil panen petani dan nelayan.

Melalui penjelasan tersebut, Zulhas menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukanlah supermarket seperti yang selama ini dipersepsikan sebagian masyarakat, melainkan infrastruktur ekonomi desa yang disiapkan untuk memperkuat rantai distribusi pemerintah sekaligus melindungi hasil produksi masyarakat desa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri