Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tekanan Pasar Belum Usai, IHSG Berpotensi Lanjut Turun

Tekanan Pasar Belum Usai, IHSG Berpotensi Lanjut Turun Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (27/7/2026) setelah terkoreksi 1,88% sepanjang pekan lalu. Aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai sekitar Rp1,25 triliun diperkirakan masih menjadi sentimen yang membayangi pergerakan pasar.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, secara teknikal IHSG masih berpotensi melanjutkan tren pelemahan dengan target koreksi jangka menengah (middle term) di kisaran 6.050-6.150.

"Sedangkan area 6.250-6.300 dipandang sebagai level resistance terdekat," ujar Fanny dalam riset hariannya.

Berdasarkan riset BNI Sekuritas, saham yang paling banyak dilepas investor asing selama sepekan terakhir adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Timah Tbk (TINS). Aksi net sell tersebut mencerminkan investor asing masih cenderung melakukan pengurangan eksposur di pasar saham domestik.

Meski prospek IHSG masih dibayangi tekanan, BNI Sekuritas menilai masih terdapat sejumlah peluang investasi pada saham-saham tertentu yang memiliki potensi pergerakan jangka pendek. Untuk perdagangan hari ini, perusahaan merekomendasikan enam saham yang dapat dicermati investor, yakni EMAS, SRTG, BRIS, BNGA, INDY, dan VKTR.

Untuk saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS), BNI Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy pada area 6.100-6.175 dengan target harga 6.225-6.325 dan cut loss apabila turun di bawah level 6.025.

Selanjutnya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) direkomendasikan speculative buy di level 1.710 dengan target 1.730-1.740 dan cut loss di bawah 1.700.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) direkomendasikan buy on weakness pada kisaran 1.820-1.845 dengan target harga 1.890-1.910 serta cut loss di bawah 1.790.

Untuk PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), BNI Sekuritas merekomendasikan speculative buy pada area 1.630-1.640 dengan target 1.660-1.690 dan cut loss di bawah 1.625.

Adapun PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan buy on weakness di kisaran 2.410-2.470 dengan target 2.500-2.570 serta cut loss di bawah 2.400.

Baca Juga: IHSG Masuk Fase Pullback, IPOT Ungkap Syarat Lanjut Reli ke 6.700

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur Berpotensi Picu Volatilitas IHSG, Saham Perbankan Bisa Kena Sengatan

Sementara PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) direkomendasikan buy on weakness pada level 740-770 dengan target 790-825 dan cut loss apabila bergerak di bawah level 700.

Fanny mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati di tengah potensi berlanjutnya koreksi pasar. Menurutnya, strategi buy on weakness dan speculative buy masih menjadi pendekatan yang relevan selama investor tetap disiplin menerapkan batas risiko pada setiap transaksi.

"Strategi buy on weakness dan speculative buy dinilai lebih tepat diterapkan dengan tetap memperhatikan batas risiko (cut loss) pada masing-masing saham," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri