Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sektor ESDM Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sektor ESDM Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa sektor ESDM menjadi tulang punggung utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Hal ini didasari oleh dominasi sektor energi dan pertambangan yang mencakup mayoritas agenda hilirisasi pemerintah.

"Hilirisasi itu justru sekitar 85 persen itu ada di sektor ESDM. Jadi ada mineral, batubara, minyak dan gas bumi," ujar Yuliot dalam gelaran BRIN Goes To Industry di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, hilirisasi di sektor ESDM bukan sekadar pengolahan bahan mentah, melainkan bagian dari transformasi ekonomi nasional untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Target pertumbuhan tinggi yang dicanangkan pemerintah sangat bergantung pada keberhasilan pengelolaan nilai tambah di sektor ini.

"Ada target pertumbuhan perekonomian rata-rata 8 persen yang ditargetkan oleh pemerintah. Tantangan ini harus kita selesaikan secara bersama-sama. Harapannya, manfaat ekonomi nilai tambah itu ada di dalam negeri," tuturnya.

Yuliot menjelaskan, hilirisasi mineral seperti nikel, tembaga, dan silika kini diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri masa depan, mulai dari sel surya hingga baterai kendaraan listrik. Upaya ini diyakini akan memberikan kontribusi langsung terhadap investasi dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, ESDM Sebut Pendapatan Negara Ikut Terdongkrak

Baca Juga: BI Genjot Investasi Sumatera, Ekonomi Diproyeksi Tetap Tumbuh di Atas 5%

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hilirisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem yang melibatkan riset dan inovasi. Tanpa pendalaman struktur industri dan penguasaan teknologi, potensi sumber daya alam yang melimpah tidak akan memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan rakyat.

"Transformasi industri hampir tidak pernah tanpa adanya dorongan signifikan dari pemerintah. Kita perlu melihat bagaimana pengembangan ekosistem industri energi, pertambangan, dan hilirisasi merupakan satu kesatuan," pungkas Yuliot.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra