Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN berencana meluncurkan jaringan bioskop negara bernama Sinewara pada 2027. Bioskop BUMN tersebut siap menantang para pemain besar di industri layar lebar, semisal PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) dengan Cinema XXI, dan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) dengan CGV Cinemas.
Namun yang patut dicatat, laporan keuangan terakhir BUMN pembuat Si Unyil tersebut cenderung melemah.
Merujuk laporan keuangan terakhir yang dipublikasikan perusahaan, Jumat (21/8/2026), PFN masih mencatatkan rugi bersih di sepanjang 2024 sebesar Rp3,81 miliar. Lebih besar dibandingkan rugi bersih per 2023 sebesar Rp2,64 miliar.
Dari sisi pendapatan, PFN mengantongi sekitar Rp12,45 miliar di sepanjang 2024, turun dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya di 2023 sebesar Rp13,19 miliar.
Di sisi lain, PFN mengantongi kas dan setara kas sebesar Rp574 juta per tahun 2024, turun dari sebelumnya Rp1,28 miliar pada 2023. Dari sisi neraca keuangan, PFN mencatatkan jumlah aset sebesar Rp39,02 miliar per 31 Desember 2024.
Di sisi lain, pengelola bioskop Cinema XXI dan CGV Cinemas dalam laporan keuangan terakhirnya masing-masing terpantau punya skala bisnis lebih kuat dibanding PFN.
Ambil contoh PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) selaku pengelola Cinema XXI, yang membukukan pendapatan sebesar Rp2,63 triliun pada semester I-2026. Meskipun secara angka turun 8,59% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,88 triliun.
Penurunan pendapatan terutama berasal dari bisnis utama perseroan. Penjualan tiket bioskop turun 11,82% menjadi Rp1,58 triliun dari sebelumnya Rp1,79 triliun.
Pendapatan dari makanan dan minuman juga melemah 8,44% menjadi Rp886,34 miliar. Padahal, pendapatan iklan justru tumbuh signifikan hingga 212,78% menjadi Rp96,91 miliar dari sebelumnya Rp30,98 miliar.
Laba usaha CNMA tercatat Rp307,58 miliar, anjlok 30,07% dibandingkan Rp439,89 miliar pada semester I-2025. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 40,03% menjadi Rp173,05 miliar dari Rp288,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Laba Cinema XXI Anjlok 40% di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
Baca Juga: Bioskop BUMN Sinewara Segera Hadir, Siap Ramaikan Persaingan Cinema XXI dan CGV
Dari sisi arus kas, CNMA membukukan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp531,64 miliar pada semester I-2026. Jumlah tersebut turun dari Rp763,71 miliar pada semester I-2025. Pada akhir Juni 2026, CNMA memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,39 triliun.
Berbeda dengan CNMA, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) selaku pengelola CGV Cinemas sukses berbalik dari posisi rugi pada 2024, dengan membukukan laba pada 2025 lalu.
Perseroan mencatat laba yang diatribusikan ke entitas induk perseroan sebesar Rp60,84 miliar pada 2025. Usai membukukan kerugian sebesar Rp71,27 miliar pada 2024.
Adapun pendapatan perusahaan naik 7,69% (YoY) menjadi Rp1,26 triliun di 2025. Angka ini diperoleh dari segmen bioskop sebesar Rp768,96 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp406,66 miliar, serta acara-acara dan iklan Rp82,28 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan