Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dari AS Ekspansi ke Bali, Wolfgang’s Steakhouse Buka Gerai Ketiga di Indonesia

Dari AS Ekspansi ke Bali, Wolfgang’s Steakhouse Buka Gerai Ketiga di Indonesia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wolfgang’s Steakhouse resmi memperluas bisnisnya ke Bali dengan membuka gerai terbaru di kawasan Parc Valle Petitenget, Jumat (21/8/2026). Pembukaan ini menandai gerai ketiga Wolfgang’s Steakhouse di Indonesia setelah sebelumnya hadir melalui Wolfgang’s Steakhouse Jakarta di ÉLYSÉE SCBD dan Wolfgang’s Teppan Jakarta di Keraton at The Plaza.

Restoran yang berasal dari Park Avenue, Manhattan, Amerika Serikat, tersebut pertama kali masuk ke pasar Indonesia pada 2020. Ekspansi ke Bali menjadi bagian dari perjalanan pengembangan bisnis Wolfgang’s Steakhouse di Indonesia sekaligus memperkuat kehadirannya di pasar kuliner dan gaya hidup premium.

Pembukaan gerai Bali dirayakan melalui Press Conference dan VIP Dinner Gathering. Rangkaian acara diawali pertunjukan tari tradisional Bali, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap tradisi lokal. Prosesi kemudian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol resmi dibukanya Wolfgang’s Steakhouse Bali.

Perayaan dilanjutkan dengan atraksi fireworks dance yang menerangi kawasan Petitenget.

Kehadiran Wolfgang’s Steakhouse menawarkan konsep yang berbeda dari restoran seafood maupun relaxed dining yang banyak berkembang di kawasan pesisir Bali. Restoran ini membawa konsep fine dining khas New York dengan menu utama berbasis USDA Prime Beef.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah proses dry-aging selama 28 hari. Proses tersebut dilakukan di ruang khusus dengan pengaturan suhu dan kelembapan secara ketat untuk menghasilkan karakter rasa dan tekstur daging yang menjadi ciri khas Wolfgang’s Steakhouse.

Porterhouse menjadi salah satu menu ikonik restoran. Chef Amiro Cruz menjelaskan bahwa potongan tersebut berasal dari bagian short loin dan terdiri atas dua bagian daging, yakni Tenderloin atau Filet Mignon yang dikenal dengan teksturnya yang lembut serta New York Strip atau Sirloin yang memiliki karakter rasa daging lebih kuat.

Porterhouse disajikan dalam kondisi bone-in sebagai potongan utuh berukuran besar. Setelah dimasak, daging diiris dan disajikan di atas sizzling platter dengan tulang tetap menjadi bagian dari presentasi.

Daging dipanggang menggunakan broiler bersuhu hingga 800 derajat Celsius untuk membentuk lapisan kerak karamel di bagian luar, sementara bagian dalamnya tetap mempertahankan tekstur dan jus daging. Teknik tersebut menghasilkan cita rasa gurih, nutty, dan kompleks yang menjadi karakter Wolfgang’s Steakhouse.

Wolfgang’s Steakhouse didirikan oleh Wolfgang Zwiener dengan mengusung standar kualitas bahan, teknik pengolahan, serta pelayanan yang menjadi bagian dari identitas New York steakhouse.

Saat ini, jaringan Wolfgang’s Steakhouse telah memiliki lebih dari 40 gerai di berbagai kota dunia. Selain Amerika Serikat, restoran tersebut hadir di sejumlah negara Asia seperti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Indonesia.

Asia menjadi salah satu pasar utama dalam ekspansi Wolfgang’s Steakhouse. Jaringan restoran ini memiliki 10 gerai di Tiongkok, delapan di Jepang, delapan di Filipina, serta dua di Korea Selatan. Wolfgang’s juga memiliki gerai di Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Indonesia.

Peter Zwiener, Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse, mengatakan pembukaan gerai di Bali menjadi salah satu tonggak penting dalam ekspansi global perusahaan.

Menurut dia, Bali menjadi kesempatan bagi Wolfgang’s Steakhouse untuk membawa tradisi, teknik pengolahan, dan hospitality khas New York kepada masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai negara.

Sementara itu, Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse Lydia D’Amato menilai Bali merupakan pasar yang memiliki karakter unik karena menjadi titik pertemuan berbagai budaya sekaligus memiliki perkembangan industri kuliner yang dinamis.

Melalui gerai tersebut, Wolfgang’s Steakhouse ingin memperkenalkan konsep dry-aging sekaligus menghadirkan pengalaman bersantap dengan karakter dan kualitas bahan yang menjadi identitas merek.

Shareholder Partner Wolfgang’s Steakhouse & Wolfgang Teppan Indonesia, Rudy Salim, melihat Bali sebagai pasar yang memiliki prospek bagi bisnis kuliner premium. Menurutnya, perkembangan Bali sebagai pusat gaya hidup internasional menjadi salah satu pertimbangan dalam ekspansi tersebut.

Kemitraan Wolfgang’s Steakhouse dengan Prestige Corp juga diarahkan untuk menghadirkan brand dan pengalaman hospitality kelas dunia di Indonesia.

Rudy mengatakan Wolfgang’s Steakhouse tidak hanya diposisikan sebagai restoran, tetapi juga sebagai destinasi yang menggabungkan kualitas, heritage, dan hospitality. Konsep tersebut diharapkan dapat melengkapi perkembangan kawasan Petitenget sebagai salah satu pusat gaya hidup premium di Bali.

Baca Juga: Rekomendasi Liburan ke Purwokerto? Jajal Pilihan Tempat dan Kuliner Ini

Gerai Wolfgang’s Steakhouse Bali berada di Parc Valle Petitenget, kawasan yang dikelilingi vila privat, resor bintang lima, serta berbagai butik di sepanjang Jalan Petitenget.

Interior restoran mengusung atmosfer klasik Manhattan melalui penggunaan panel kayu mahoni, ubin bernuansa klasik, serta pencahayaan temaram. Pengalaman bersantap juga dilengkapi program craft cocktail dan pelayanan yang dirancang personal.

Dengan pembukaan tersebut, Wolfgang’s Steakhouse Bali mulai melayani konsumen lokal, ekspatriat, serta wisatawan domestik dan mancanegara yang mencari pengalaman bersantap premium dengan konsep steakhouse khas New York.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: