Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Diprediksi Mixed to Positive, Investor Cermati Data Ekonomi AS dan Jackson Hole

IHSG Diprediksi Mixed to Positive, Investor Cermati Data Ekonomi AS dan Jackson Hole Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed to positive pada perdagangan Rabu (26/8/2026), setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah akibat aksi ambil untung (profit taking).

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan sebelumnya turun 0,37 persen ke level 6.501,67. Pelemahan tersebut dipengaruhi aksi profit taking setelah indeks menguat pada perdagangan sebelumnya.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat pergerakan indeks, di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Selain pergerakan saham, investor juga mencermati sejumlah agenda ekonomi domestik, termasuk perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), data uang beredar Juli, serta hasil kajian FTSE Russell yang dijadwalkan mulai berlaku pada September mendatang.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai tren bullish IHSG masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.455. Jika level tersebut dapat dipertahankan, IHSG berpeluang menguji resistance di 6.568.

"Tren bullish masih terjaga selama IHSG bertahan di atas 6.455, dengan peluang menguji 6.568," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Adapun area support IHSG berada pada rentang 6.455–6.400. Sementara itu, Moving Average (MA) 20 berada di level 6.328 dan menjadi area support berikutnya apabila indeks mengalami tekanan lebih lanjut.

Dari pasar global, sentimen eksternal cenderung memberikan dukungan terhadap pasar saham. Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,30 persen ke level 53.577,40. S&P 500 menguat 0,32 persen menjadi 7.677,28, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,66 persen ke 26.151,30.

Investor global selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, termasuk inflasi Core Personal Consumption Expenditures (Core PCE) yang diperkirakan tumbuh 0,2 persen secara bulanan, pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 1,5 persen, Personal Income 0,3 persen, Personal Spending 0,2 persen, serta Durable Goods Orders sebesar 0,7 persen.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Seiring Membaiknya Sentimen Eksternal

Baca Juga: BEI Suspensi 4 Saham Sekaligus, Ada BAIK hingga ADHI

Selain data ekonomi, perhatian pasar juga tertuju pada pidato pejabat Federal Reserve dalam agenda Jackson Hole. Pernyataan dari bank sentral AS tersebut akan menjadi salah satu indikator bagi investor dalam membaca arah kebijakan moneter selanjutnya.

Sementara itu, harga minyak turun sekitar 3 persen menjadi US$82,5 per barel. Penurunan tersebut terjadi seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Bagi pasar, pelemahan harga minyak berpotensi menjadi katalis positif karena dapat mengurangi tekanan terhadap inflasi global.

Dengan kombinasi sentimen eksternal yang relatif positif dan kondisi teknikal yang masih berada dalam tren bullish, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan sangat dipengaruhi kemampuan indeks mempertahankan level support serta respons investor terhadap data ekonomi AS dan perkembangan kebijakan The Fed.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan