Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz Anjlok 75%, Qatar Turun Tangan Redakan Krisis Iran-AS
Kredit Foto: Google Earth
Selat Hormuz Terancam Tetap Tertutup
Juru bicara Garda Revolusi Iran Hossein Mohebbi mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup. Penutupan berlaku sampai AS memenuhi tuntutan Teheran berdasarkan nota kesepahaman atau gencatan senjata sementara yang ditandatangani pada Juni sebelum kemudian runtuh.
Persyaratan tersebut mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, kompensasi, dan pencabutan sanksi. Ancaman penutupan ini muncul ketika Washington tampaknya menggeser tekanan terhadap Teheran dari operasi militer menuju langkah-langkah ekonomi.
Reuters melaporkan bahwa militer AS melalui Central Command tidak melaporkan serangan terhadap Iran selama hampir satu bulan. Sementara itu, Washington berencana meningkatkan sanksi terhadap mitra dagang Iran.
Baca Juga: IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, AS Diminta Penuhi Syarat Iran
Iran juga mengecam ancaman sanksi terbaru AS. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam surat kepada PBB pada Selasa mendesak organisasi tersebut mengutuk langkah Washington yang menurutnya bertujuan memutus Teheran dari ekonomi global.
Serangan ekonomi tersebut, kata Araghchi, merupakan "penargetan yang disengaja terhadap warga sipil Iran" melalui pembatasan akses terhadap makanan, obat-obatan, peralatan medis, energi, dan kebutuhan lainnya.
"Diam dalam menghadapi pemaksaan sistematis semacam itu berisiko semakin menormalisasi pelanggaran Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional," tulis Araghchi dalam surat yang diperoleh The Associated Press.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: