Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos BEI Ungkap Dampak Karhutla Kalimantan Bisa Ancam Bursa Karbon

Bos BEI Ungkap Dampak Karhutla Kalimantan Bisa Ancam Bursa Karbon Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap potensi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terhadap ketersediaan unit karbon yang diperdagangkan di pasar karbon. Meski demikian, aktivitas perdagangan karbon di bursa hingga kini belum menunjukkan dampak signifikan akibat kebakaran tersebut.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan dampak karhutla berpotensi baru terlihat terhadap pasokan unit karbon pada periode mendatang. Hal ini berkaitan dengan mekanisme perdagangan karbon yang menggunakan sistem vintageatau unit karbon yang dihasilkan dalam periode tertentu.

“Tentu yang diperdagangkan di bursa ataupun ketersediaan unit karbon di SRUK adalah vintage, artinya unit karbon yang sudah dihasilkan sebelumnya. Dengan adanya insiden kebakaran saat ini, tentu ini akan berdampak kepada ketersediaan unit karbon ke depan,” ujar Jeffrey saat ditemui usai acara Penetapan Saham Berbasis Hijau (IDX Green Equity Designation) di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Menurut Jeffrey, mekanisme vintage membuat kondisi hutan pada saat ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan menghasilkan unit karbon yang tersedia untuk diperdagangkan pada masa berikutnya.

Namun, ia menegaskan hingga saat ini belum terdapat dampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan karbon di BEI akibat karhutla di Kalimantan.

Jeffrey mengatakan pengukuran dampak kebakaran terhadap ketersediaan unit karbon akan dilakukan oleh lembaga yang memiliki kewenangan. BEI, kata dia, menjalankan perdagangan karbon yang telah terhubung dengan sistem pemerintah melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Dengan keterhubungan tersebut, ketersediaan dan pencatatan unit karbon yang dapat diperdagangkan mengikuti mekanisme registrasi yang berlaku. Adapun BEI berperan sebagai penyelenggara perdagangan unit karbon di pasar karbon melalui bursa.

Baca Juga: BEI Resmi Luncurkan Saham Hijau, HERO, KEEN, dan TOBA Masuk Kategori Green Equity

Baca Juga: BNPB Masih Punya Rp5 Triliun, Purbaya Siap Tambah Dana Karhutla Jika Kurang

Di tengah potensi tekanan terhadap pasokan unit karbon, aktivitas pasar karbon di BEI terus berjalan. Hingga saat ini, volume perdagangan karbon di bursa telah mencapai 1,9 juta ton CO2e dengan nilai transaksi Rp93,8 miliar.

Selain itu, terdapat 10 proyek yang telah tercatat di bursa karbon dengan jumlah pengguna jasa mencapai 159 entitas.

Perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan karbon masih berlangsung di tengah potensi perubahan pasokan unit karbon akibat kondisi lingkungan. Dampak karhutla terhadap pasokan pada periode berikutnya masih menunggu hasil pengukuran dari lembaga yang berwenang.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri