Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Phintraco Sekuritas mengingatkan investor untuk mewaspadai dampak kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global terhadap pasar saham Indonesia. Sentimen tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap IHSG pada perdagangan Rabu (2/9/2026).
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menyebut bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (1/9/2026).
"Koreksi tersebut terjadi seiring kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta arah suku bunga," kata Phintraco Sekuritas.
Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,792%. Kenaikan yield obligasi global menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arus modal dan sentimen investor di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari AS, data Job Openings Juli 2026 tercatat 7,27 juta, meningkat dari 7,18 juta pada Juni. Namun, angka tersebut masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,33 juta.
Sementara dari dalam negeri, inflasi Indonesia meningkat menjadi 3,19% secara tahunan pada Agustus 2026, dari 2,88% pada Juli. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 masih mencatat surplus US$0,13 miliar.
Aktivitas manufaktur domestik menjadi salah satu perhatian. Indeks PMI manufaktur Indonesia turun ke level 49,8 pada Agustus 2026, kembali berada di bawah level 50 yang memisahkan fase ekspansi dan kontraksi.
Baca Juga: IHSG Menguat 1,14% ke Level 6.599,94, Transaksi Capai Rp20,73 Triliun
Baca Juga: BEI Tunda RUPSLB, Demutualisasi Bursa Masih Tunggu Restu OJK
Baca Juga: BEI Gandeng Broker AS, Incar Duit Asing Masuk dan Investor RI Bisa Belanja Saham Global
Selain yield obligasi, pergerakan harga komoditas juga menjadi sentimen penting. Harga minyak dunia melonjak hampir 5% pada perdagangan Selasa, sedangkan harga emas spot terkoreksi 2,7% ke US$4.329 per troy ounce.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak konsolidatif pada perdagangan Rabu (2/9/2026), dengan kisaran 6.535-6.635.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, PTRO, dan CUAN. Rekomendasi tersebut mencerminkan preferensi Phintraco di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi kenaikan yield obligasi global dan volatilitas harga komoditas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: