Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ratusan Orang Keracunan MBG, 80 Orang Masih Dirawat

Ratusan Orang Keracunan MBG, 80 Orang Masih Dirawat Kredit Foto: BGN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan 80 orang masih menjalani perawatan setelah insiden keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Talang Angin, Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan berdasarkan data investigasi lapangan, total terdapat 512 orang yang terdampak dalam insiden tersebut.

“Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang. Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit yang dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang,” ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026). 

Selain korban yang masih dirawat, BGN mencatat 120 orang masih dalam tahap observasi. Dengan demikian, penanganan terhadap korban belum sepenuhnya selesai meskipun sebagian telah dinyatakan pulih.

Ketut mengatakan BGN saat ini memprioritaskan penanganan kesehatan korban yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Selanjutnya pada saat ini kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini ke di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” katanya.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) setelah siswa dan santri mengonsumsi makanan MBG. Mayoritas korban berasal dari MTs dan MA Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

Para santri sebelumnya dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, seperti pusing, mual, lemas, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan MBG.

Baca Juga: 512 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Suspend SPPG Talang Angin

Baca Juga: Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG, Wagub Jatim Bantah Ada yang Meninggal Dunia

Untuk memastikan penyebab insiden, BGN melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan. Ketut mengatakan hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah investigasi selesai.

“Kemudian kami juga melakukan tindakan-tindakan internal. Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait ya. Dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri