Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gara-Gara HMI-PMII, Dua Menteri Prabowo ini 'Berantem'

Gara-Gara HMI-PMII, Dua Menteri Prabowo ini 'Berantem' Kredit Foto: Unsplash/Mufid Majnun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) demisioner, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melayangkan kritik tajam terhadap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Kecaman ini dipicu oleh pernyataan Cak Imin yang menyebut NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir karena dipimpin oleh alumni HMI, bukan PMII.

Gus Ipul menilai, narasi yang dibangun oleh Cak Imin tersebut sangat tidak pantas dilontarkan oleh seorang tokoh publik, karena mengkerdilkan kebesaran organisasi Nahdlatul Ulama.

"Saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin mereduksi urusan NU menjadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan," tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2026).

Gus Ipul menyoroti sikap Cak Imin yang turut menyeret nama sejumlah tokoh dalam tudingannya. Menurutnya, meskipun pernyataan tersebut dibalut sebagai candaan, hal itu tetap membawa dampak negatif di akar rumput.

"Pernyataan seorang tokoh publik tentu memiliki konsekuensi dan menjadi perhatian masyarakat. NU terlalu besar kalau hanya dipandang dari kacamata PMII atau HMI, apalagi dari kepentingan politik sesaat," ungkapnya.

Merespons tudingan Cak Imin yang berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU saat ini gagal, Gus Ipul langsung menantang Ketum PKB tersebut untuk adu data.

Kedua pembantu Presiden Prabowo Subianto itu mengingatkan bahwa NU adalah jam'iyah besar milik umat, bukan milik individu maupun partai politik tertentu.

"Kalau mau mengatakan PBNU tidak berhasil, tunjukkan fakta dan datanya. Jangan sekadar membangun opini. Boleh memberikan penilaian, tetapi harus didasarkan pada ukuran yang jelas," tantang Menteri Sosial tersebut.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh keputusan di tubuh PBNU, termasuk persiapan dan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, diputuskan melalui mekanisme rapat organisasi yang sah.

"Tidak ada yang dilakukan berdasarkan pertimbangan pribadi. Kalau ada keberhasilan, itu keberhasilan bersama. Kalau ada kekurangan, dievaluasi bersama," tambahnya.

Sebagai penutup, Gus Ipul mengimbau masyarakat nahdliyin agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang mengadu domba latar belakang kelompok di dalam lingkungan NU dari statement Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat tersebut.

Perselisihan pandangan ini bermula ketika Cak Imin menyoroti kondisi NU dalam lima tahun terakhir. Ketum PKB tersebut secara terbuka menyebut NU mengalami keterpurukan, yang kemudian ia asumsikan berkaitan erat dengan kepemimpinan tokoh-tokoh yang berlatar belakang HMI, ketimbang PMII yang secara historis lebih dekat dengan kultur NU.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat