Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Sebut RI Lebih Baik dari Jepang, Ahli: Bohong, Laporan Begini Kok Dipercaya

Prabowo Sebut RI Lebih Baik dari Jepang, Ahli: Bohong, Laporan Begini Kok Dipercaya Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal posisi Indonesia yang disebut lebih baik dibanding Jepang dan negara-negara Eropa kembali menuai sorotan. Klaim tersebut kini dipertanyakan bukan hanya dari sisi angka, tetapi juga dari laporan statistik yang menjadi dasar pernyataan tersebut.

Ahli Forensik Digital Josua Sinambela mempertanyakan kualitas laporan yang diterima Prabowo. Ia bahkan menyinggung besarnya anggaran Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk anggaran sensus yang menurutnya mencapai Rp7 triliun.

“Dari Anggaran Sensus BPS yang mencapai 7 Trilliun sih harusnya hasilnya lebih baik dari negara manapun didunia ini," tulis Josua di akun Facebook.

Baca Juga: Kenapa Perdana Menteri Timor Leste Temui Jokowi Bukan Prabowo? Ternyata Kedatangannya...

Menurut Josua, besarnya anggaran yang digunakan semestinya dapat menghasilkan data statistik yang berkualitas. Karena itu, ia mempertanyakan validitas laporan yang kemudian disampaikan kepada Presiden.

“Tapi entah kenapa boong atau tidak sesuai faktanya," ujar dia.

Tak berhenti di sana, Josua juga mempertanyakan mengapa laporan yang menurutnya bermasalah masih bisa menjadi dasar kepercayaan.

“Laporan ABS begini kok masih bisa dipercaya," tambah Josua.

Sebelumnya, Prabowo memang mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan mengenai statistik capaian Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan 1.079 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026) lalu.

Baca Juga: Terlihat Mesra, Jokowi dan Prabowo Diam-diam Punya Kartu Politik untuk Bertarung di 2029

Saat itu, Prabowo awalnya membahas jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami masalah kesehatan. Ia menyebut sekitar 28 ribu penerima manfaat dilaporkan mengalami gangguan seperti keracunan, sakit perut dan sebagainya.

“Sampai hari ini kurang lebih sudah 28 ribu penerima manfaat yang menerima gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya. 28 ribu dari 4,5 miliar. Kalau tidak salah itu adalah 0,006 artinya 99,994,” kata Prabowo.

Dari pembahasan tersebut, Prabowo kemudian menyampaikan laporan statistik lain yang diterimanya. Berdasarkan laporan tersebut, kondisi Indonesia disebut lebih baik dibanding Jepang maupun negara-negara Eropa.

“Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi. Tapi saya dapat laporan, kita punya statistik hari ini. Insya Allah kita pertahankan, kalau bisa kita kurangi lagi. Kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa,” ungkapnya.

“Ini saya baru dapat laporan dua hari yang lalu. Kalau demikian, ya kita tidak boleh terlalu kecil hati,” katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri