AHY Ingin Demokrat Jujur dan Dengar Keluhan Rakyat di Era Prabowo: Jangan Menjauh dari Kenyataan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan seluruh kader agar tidak kehilangan kontak dengan realitas kehidupan masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya di tengah posisi partainya sebagai salah satu partai yang berada di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY meminta kader partainya dari tingkat pusat hingga daerah turun mendengar langsung berbagai keluhan rakyat. Menurutnya, suara masyarakat harus menjadi dasar dalam menentukan sikap politik dan mengawal kebijakan pemerintah.
Baca Juga: AHY Soal Era Prabowo: Kita Harus Jujur, Masih Banyak Orang Kerja Keras tapi Merasa Hidup Belum Mudah
"Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia," ungkap AHY, dikutip Senin (8/9/2026).
Ia mengatakan keluhan masyarakat dapat ditemukan di berbagai ruang kehidupan, mulai dari kampung, pasar, tempat kerja hingga media sosial.
AHY menyebut persoalan yang dihadapi rakyat antara lain tekanan harga kebutuhan sehari-hari, sulitnya mendapatkan pekerjaan layak, hingga daya beli yang belum sepenuhnya pulih.
"Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah," ungkap AHY.
Menurut dia, persoalan tersebut juga disampaikan langsung oleh berbagai kelompok masyarakat yang ditemuinya. Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pekerja informal, pengemudi ojol, ibu rumah tangga dan generasi muda disebut masih menghadapi tantangan ekonomi masing-masing.
"Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat," jelas AHY.
AHY menilai kondisi tersebut tidak boleh diabaikan hanya karena pihaknya kini berada di dalam pemerintahan. Justru, posisi tersebut menurutnya harus dimanfaatkan untuk mengawal kebijakan agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Ia meminta kader partainya mendukung program pemerintah yang memang memberikan manfaat. Sementara kebijakan yang masih memiliki kekurangan harus dibantu untuk diperbaiki.
"Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus kita dukung dan kawal. Yang belum sempurna kita bantu perbaiki," ucapnya.
Selain mendengar keluhan, ia meminta kader memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran. Pengawasan diperlukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran sekaligus memastikan manfaat program dirasakan masyarakat.
"Program-program strategis pemerintah yang nyata-nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air harus kita kawal agar tepat sasaran, tata kelolanya baik, tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat," jelas AHY.
Baginya, kadernya tidak cukup hanya menjadi pendukung pemerintah. Mereka juga harus menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Karena itu, ia menegaskan bahwa ukuran perjuangan politik partainya tidak boleh semata-mata dikaitkan dengan keberhasilan partai.
"Kita harus tetap jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat. Sebab yang kita perjuangkan bukan semata-mata keberhasilan satu partai, yang kita perjuangkan adalah keberhasilan Indonesia," kata AHY.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: