- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BTPN Syariah Mulai Andalkan Pembiayaan Individu, Sudah Tembus Rp59 Miliar
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mulai mengandalkan pembiayaan individu sebagai mesin pertumbuhan bisnis baru di segmen mikro. Produk ini menyasar nasabah eksisting dengan kriteria tertentu maupun nasabah baru, sebagai sumber pertumbuhan di luar model pembiayaan kelompok yang selama ini menjadi andalan perseroan.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan, pembiayaan individu kini mulai menunjukkan perkembangan setelah perseroan melakukan uji coba di sejumlah wilayah.
"Kami melihat ini sebagai another business engine bagi BTPN Syariah," ujar Fachmy dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Menurut Fachmy, outstanding pembiayaan individu saat ini telah mencapai sekitar Rp59 miliar, meningkat dibandingkan posisi awal ketika produk tersebut mulai dikembangkan.
Pengembangan produk tersebut sebelumnya dilakukan melalui uji coba di sekitar 9-10 wilayah. Setelah perseroan melihat perkembangan kualitas pembiayaan, cakupannya kemudian diperluas secara signifikan hingga sekitar 60 wilayah.
"Scaling-nya sudah kami selesaikan di bulan Juli. Sekarang kami akan melihat kualitasnya dan nanti kami evaluasi kembali," kata Fachmy.
Meski ekspansi wilayah telah dilakukan, BTPN Syariah belum akan terburu-buru memperluas cakupan pembiayaan individu. Perseroan masih akan memantau kualitas portofolio di wilayah yang telah menjadi target ekspansi sebelum menentukan langkah berikutnya.
Baca Juga: BTPN Syariah Siapkan Dana Rp1 Triliun, Buyback Maksimal 10% Saham
Baca Juga: BTPN Syariah Optimistis Laba Tumbuh Mid Double Digit pada Akhir 2026
Pembiayaan individu tersebut menggunakan skema soft collateral dan menyasar segmen mikro. Pengembangan produk ini menjadi bagian dari strategi BTPS untuk membangun sumber pertumbuhan baru dengan tetap mengedepankan kualitas pembiayaan.
Selama ini, BTPN Syariah dikenal dengan model pembiayaan berbasis kelompok yang menyasar masyarakat ultra mikro. Dengan hadirnya pembiayaan individu, perseroan mulai memperluas model bisnisnya sekaligus membuka ruang untuk menjangkau nasabah mikro dengan karakteristik kebutuhan pembiayaan yang berbeda.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat diversifikasi sumber pertumbuhan BTPS, sembari memberikan ruang bagi perseroan untuk menguji model pembiayaan baru secara bertahap sebelum melakukan ekspansi lebih luas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan