Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menaikkan target pertumbuhan laba bersih 2026 dari sebelumnya di kisaran high single digit menjadi mid-double digit. Manajemen menyebut kinerja perseroan hingga Agustus 2026 masih berada di jalur yang sesuai dengan target tersebut.
Direktur Bank BTPN Syariah, Fachmy Achmad mengatakan, perubahan target dilakukan setelah perseroan melihat perkembangan kinerja hingga pertengahan tahun.
“Awalnya kami memberikan guidance high single digit, kemudian di tengah tahun kami menaikkan menjadi mid-double digit,” ujar Fachmy dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Menurut Fachmy, sejumlah indikator kinerja hingga akhir Agustus 2026 masih menunjukkan perkembangan sesuai dengan rencana. Perseroan juga terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan.
Kinerja Keuangan BTPS di Semester I
Pada semester I-2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar, tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi bisnis, total aset perseroan mencapai Rp23,3 triliun, meningkat 8% secara tahunan. Sementara itu, pembiayaan bruto tercatat sebesar Rp11 triliun, tumbuh 9% dibandingkan semester I-2025.
Baca Juga: OJK Cabut Izin PT BTPN Syariah Ventura, Perusahaan Resmi Dibubarkan
Baca Juga: Petinggi Bank Bumi Arta (BNBA) Hadapi Perkara Hukum dan Mundur, tapi Laba Tumbuh 46%: Ada Apa?
Baca Juga: OJK Perintahkan Bank Blokir 38 Ribu Lebih Rekening Terindikasi Judi Online
Fachmy menuturkan, perseroan tetap berhati-hati dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Pasalnya, menjaga kualitas portofolio pembiayaan menjadi salah satu fokus utama BTPN Syariah.
Menurut dia, perbaikan kualitas pembiayaan akan menjadi bagian penting dari strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun.
Dengan kinerja hingga Agustus yang masih sesuai rencana, BTPN Syariah optimistis dapat mencapai target pertumbuhan laba bersih mid-double digit pada 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan