Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tiga Ulama Dicatut dalam Buku Islam Ala Prabowo, PDIP: Dia Mestinya Hati-hati ke Segelintir Orang...

Tiga Ulama Dicatut dalam Buku Islam Ala Prabowo, PDIP: Dia Mestinya Hati-hati ke Segelintir Orang... Kredit Foto: Twitter/Mohamad Guntur Romli
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik Buku Islam Ala Prabowo semakin melebar menyusul kritik dari Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli. Ia menyoroti pencantuman nama tiga tokoh yang disebut tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan buku tersebut.

Tiga tokoh yang disorotnya adalah Gus Kautsar, Tuan Guru Bajang (TGB) atau KH Muhammad Zainul Majdi, dan Prof KH Said Aqil Siradj. Menurut Guntur, ketiga tokoh tersebut disebut telah menyatakan tidak pernah dimintai tulisan maupun dilibatkan dalam proses penyusunan buku Islam Ala Prabowo.

Baca Juga: Istana Curiga Bencana Alam hingga Karhutla Didalangi Asing, Prabowo Pangkas Besar Anggaran BNPB 2026

“Ketiganya menegaskan tidak pernah dilibatkan dan diminta tulisan dalam buku tersebut,” ujar Guntur, dikutip Selasa (8/9/2026).

Guntur menilai pencantuman nama tersebut bukan persoalan sederhana yang dapat dianggap hanya sebagai kekeliruan teknis dalam penyusunan buku.

“Ini bukan sekadar kesalahan redaksional. Melainkan pencatutan nama yang pantas disebut kejahatan intelektual,” kata Guntur.

Ia melihat situasi tersebut berpotensi kontraproduktif terhadap Presiden Prabowo. Buku yang dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi justru dapat memunculkan kritik apabila terdapat tokoh yang namanya dicantumkan tanpa merasa terlibat.

“Alih-alih Presiden Prabowo mendapatkan poin positif yang ada kritik keras hingga ejekan,” ujar Guntur.

Karena itu, Guntur mengingatkan presiden agar tidak serta-merta menerima setiap bentuk apresiasi yang diberikan kepadanya. Menurut dia, ada perbedaan antara pihak yang benar-benar ingin memberikan penghargaan dengan pihak yang justru dapat membawa persoalan baru.

“Presiden Prabowo mestinya hati-hati pada segelintir orang yang benar-benar mau memberikan apresiasi dan pengakuan dengan mereka yang ingin menjatuhkan,” kata Guntur.

Baca Juga: Cerita Anak Buah Prabowo Saat Jadi Oposisi Jokowi: Sakit Sekali Rasanya Ketika Hukum Menjadi Alat...

Peringatan tersebut menjadi bagian penting dari kritik Guntur terhadap buku Islam Ala Prabowo. Ia menilai presiden perlu melihat lebih jauh siapa saja yang berada di balik sebuah produk yang menggunakan namanya dan membawa narasi tertentu mengenai dirinya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar