Rompi Dipastikan Bukan Milik Kapal, SAR Masih Cari 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Harapan baru dalam pencarian delapan orang yang hilang di Perairan Selat Sunda kembali pupus setelah rompi pelampung yang ditemukan tim pencari dipastikan bukan berasal dari kapal Arupadhatu 1. Polda Banten memastikan benda tersebut tidak berkaitan dengan kapal yang membawa lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu yang hingga kini belum ditemukan.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan kepastian itu diperoleh setelah tim melakukan pemeriksaan terhadap Sandi selaku pemilik kapal. Menurut Hengki, Sandi memiliki dua kapal, yakni Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2, yang ternyata tidak menggunakan jenis life jacket seperti yang ditemukan tim pencari.
"Bahwa hasil pemeriksaan, maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal, Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan. Jadi tidak, bukan merupakan, milik kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan," tutur Hengki kepada wartawan, Jumat (11/9).
Temuan rompi tersebut sebelumnya sempat menjadi salah satu perkembangan dalam operasi pencarian karena ditemukan di perairan dekat Anyer. KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten menemukan benda itu pada Kamis (10/9), ketika pencarian memasuki hari ketiga.
Dengan adanya pemeriksaan tersebut, rompi pelampung itu kini tidak dapat dijadikan petunjuk yang mengarah langsung kepada keberadaan kapal Arupadhatu 1. Tim SAR gabungan pun masih harus mengandalkan pencarian di sejumlah sektor yang telah ditentukan untuk menemukan delapan orang yang hilang kontak.
Hengki mengatakan operasi pencarian masih berlangsung hingga Jumat atau memasuki hari keempat. Tim gabungan dari berbagai unsur terus melakukan penyisiran sekaligus pemantauan di sekitar lokasi kejadian.
"Sampai dengan hari ini, hari keempat masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP dengan pembagian beberapa sektor yang sudah ditentukan oleh Basarnas Provinsi dan sekarang masih berjalan," ucapnya.
Rombongan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menggunakan speed boat di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal tersebut membawa rombongan yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Selasa (8/9).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator Al Amrad mengatakan terdapat delapan orang di dalam kapal tersebut. Mereka terdiri atas dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis yang ikut dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Polri Kerahkan Kapal hingga Drone Termal Cari Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau
Dua awak kapal tersebut adalah Warta (55) selaku kapten dan Surakman (60) sebagai anak buah kapal. Sementara Heriyanto (49) berada dalam rombongan sebagai pemandu atau guide.
Lima jurnalis yang ikut dalam perjalanan tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas. Hingga pencarian memasuki hari keempat, seluruh rombongan tersebut masih belum ditemukan.
Pencarian terus dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor. Tim SAR gabungan juga melakukan pemantauan langsung untuk mempersempit area pencarian berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh selama operasi berlangsung.
Sebelumnya, penemuan rompi pelampung sempat menjadi salah satu benda yang diperiksa dalam pencarian tersebut. Namun, setelah dikonfirmasi kepada pemilik kapal, Polda Banten memastikan life jacket itu bukan perlengkapan yang digunakan Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2.
Dengan kepastian tersebut, operasi SAR kini kembali berfokus pada pencarian langsung terhadap delapan orang yang hilang kontak. Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di Perairan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan kapal dan seluruh penumpangnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: