Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pakar Soal Kasus Ijazah Jokowi: Yang Tahu Pasti Hanya Dia dan Tuhan Saja

Pakar Soal Kasus Ijazah Jokowi: Yang Tahu Pasti Hanya Dia dan Tuhan Saja Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepastian Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam persidangan perkara yang melibatkan ijazahnya masih menjadi perhatian publik, menyusul tantangan dari Roy Suryo. Meski ia disebutkan akan hadir, hal tersebut diragukan oleh sejumlah pihak di Indonesia.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memberikan pandangan berbeda mengenai kepastian mantan presiden tersebut akan hadir secara langsung di ruang sidang.

Baca Juga: Pengacara Kondang Bersumpah Akan Bela Gibran, Jokowi hingga PSI: Saya Dapat Restu Almarhumah Ibu...

Kehadiran Jokowi belum dapat disebut pasti sebelum mantan kepala negara tersebut benar-benar datang dan mengikuti persidangan. Berbagai pernyataan atau jaminan dari pihak lain, menurut dia, belum dapat menggantikan fakta kehadiran secara langsung.

“Kalau dalam istilah pesantren itu disebut dengan wallahu a'lam bishawab, tidak ada yang pernah tahu pasti kecuali Pak Jokowi dan Tuhan,” kata Adi Prayitno, dikutip Senin (14/9/2026).

Menurut dia, ada perbedaan antara pernyataan bahwa seseorang akan hadir dengan fakta bahwa orang tersebut benar-benar hadir di ruang persidangan. Karenanya, Adi menilai kepastian tersebut baru bisa dilihat ketika jadwal persidangan berlangsung dan Jokowi benar-benar datang.

Adi menilai publik perlu membedakan antara janji, jaminan dan kenyataan. Pernyataan dari pihak pendukung politikus itu mengenai kepastian kehadiran mantan presiden tersebut, menurutnya, tetap berada pada level pernyataan sampai kehadiran itu benar-benar terjadi.

“Kehadiran Jokowi di sidang kelak dinilai masih abu-abu meskipun telah ada janji hingga jaminan bahwa mantan orang nomor satu di negara ini akan hadir langsung,” ujar Adi.

Bagi Adi, ruang sidang nantinya yang akan menentukan apakah mantan presiden itu benar-benar hadir atau tidak. Fakta tersebut dapat disaksikan secara langsung oleh publik. Ia menilai perdebatan yang berlangsung di ruang publik sulit menghasilkan kesimpulan final apabila hanya mengandalkan argumen politik.

Sebelumnya, Pakar Telematika Roy Suryo kembali memberikan kritikan pedas terhadap Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Ia menuntut mantan presiden itu hadir secara langsung dalam sidang pokok perkara pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Roy meminta politikus itu tidak sekadar menyatakan kesiapan untuk hadir, tetapi benar-benar datang dan memberikan keterangan di persidangan. Kehadiran Jokowi menjadi salah satu hal yang paling dinantikan Roy. 

“Saya selalu menegaskan, ya, jangan hanya bilang siap, siap, siap. Buktikan nanti pada saat sidang. Pelapor itu harus datang sendiri, Jokowi harus datang sendiri,” kata Roy.

Jokowi sebelumnya menantang pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazahnya untuk membawa seluruh bukti yang mereka miliki ke persidangan pokok perkara apabila benar-benar yakin ijazahnya palsu.

Baca Juga: Roy Suryo Masih Berharap Kantongi Rp206 Juta di Kasus Ijazah Jokowi: Jangan Hanya Pertimbangkan SEMA

"Ya, kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti. Tidak malah praperadilan. Biar perkara ini segera selesai. Masalah ini bisa segera selesai," ujar Jokowi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar