Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi: Walkot Bekasi Harus Buka Lowongan Kerja Tiap Pekan

Dedi Mulyadi: Walkot Bekasi Harus Buka Lowongan Kerja Tiap Pekan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ribuan perusahaan berdiri di kawasan industri Bekasi, tetapi peluang kerja bagi warga setempat masih perlu diperkuat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun meminta Pemerintah Kota Bekasi bergerak lebih aktif dengan memetakan kebutuhan tenaga kerja dan mengumumkan informasi lowongan pekerjaan secara rutin setiap pekan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan tingkat pengangguran di Kota Bekasi yang mencapai 7,3 persen. Dedi meminta Wali Kota Bekasi memanfaatkan keberadaan pabrik dan perusahaan di wilayahnya agar kesempatan kerja bagi masyarakat lokal semakin terbuka.

“Ini saja dihitung jumlah pabriknya berapa, nanti dijadwal per minggu. Wali Kota Bekasi membuat lowongan kerja online setiap minggu,” kata Dedi, dikutip dari Antara, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Ahmad Khozinudin: Kasus Ijazah Gibran akan Jadi Aib Sejarah Jika Tak Diusut DPR

Menurut Dedi, banyaknya perusahaan di Bekasi seharusnya menjadi peluang untuk memperluas penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengetahui kebutuhan tenaga kerja di setiap kawasan industri, kemudian menyampaikan informasi lowongan yang tersedia kepada masyarakat secara berkala.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari kondisi infrastruktur dan lingkungan yang semakin tertata. Penurunan angka pengangguran harus menjadi perhatian agar pembangunan turut memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan pekerjaan.

“Jalan sudah bagus, tamannya bagus, kali-kalinya sudah rapi. Tinggal penganggurannya harus berkurang,” ujarnya.

Selain meminta lowongan kerja diumumkan setiap pekan, Dedi mendorong pemerintah daerah meningkatkan kompetensi para pencari kerja melalui pelatihan dan program pemagangan. Upaya ini diperlukan agar keterampilan masyarakat sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan industri yang beroperasi di Bekasi.

Ia mengusulkan agar fasilitas pelatihan yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan bersama melalui perjanjian kerja sama (PKS). Dengan skema tersebut, pemerintah tidak perlu membangun sarana baru apabila fasilitas yang ada masih bisa digunakan untuk mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Melalui pelatihan yang relevan dan pemagangan, pencari kerja diharapkan memiliki bekal yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini juga dapat memperbesar peluang mereka untuk diterima bekerja di perusahaan.

"Pemetaan lowongan secara rutin, pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, dan kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha menjadi langkah yang didorong untuk mempercepat penurunan pengangguran," tutur Dedi Mulyadi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: