Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bantah Sekarang KAMI Tiarap, Deklarator Buka-bukaan Fokus Kelompoknya Terkini

        Bantah Sekarang KAMI Tiarap, Deklarator Buka-bukaan Fokus Kelompoknya Terkini Kredit Foto: ANTARA FOTO
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Andrianto menepis anggapan pihaknya tengah tiarap dan tak bersuara lagi untuk mengkritisi pemerintah. Menurutnya, saat ini KAMI yang dipimpin trio Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, dan Rochmat Wahab sedang konsentrasi membantu  Baca Juga: Imbas Penangkapan Aktivisnya, KAMI Atur Napas Dahulu

        "Kalau dibilang tiarap nggak juga, konsentrasi kita 90 persen ke Bareskrim, untuk mengatasi tekanan yang mungkin dihadapi teman-teman yang sedang ditahan," ujar Andrianto kepada SINDOnews, Senin (26/10/2020).

        Andrianto menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan analisis apakah ada skenario sekadar ingin melumpuhkan KAMI atau membunuh KAMI.

        Baca Juga: Kabar Gembira Keluar dari Ridwan Kamil, Apa itu?

        Di luar upaya yang dilakukan KAMI di tingkat pusat, kata Andrianto, jejaring KAMI di berbagai daerah terus bergerak. Pekan lalu misalnya, digelar deklarasi KAMI Sumatera Selatan. "Ke depan dilanjutkan ada deklarasi di Jambi. Pada 10 November juga akan digelar deklarasi di Lampung. Persoalan dihadiri atau tidak oleh Presidium, itu hanya masalah teknis," ujar aktivis yang pernah ditahan di era Orde Baru ini.

        Diberitakan sebelumnya, suara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai tak lagi terdengar untuk mengkritisi kebijakan pemerintah setelah sejumlah aktivisnya ditangkap polisi. Padahal, publik menunggu konsistensi KAMI sebagai gerakan moral dan intelektual.

        Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno tak menampik bahwa gerakan KAMI cenderung tak terdengar lagi setelah para aktivisnya ditangkap.

        "Manuver mereka tak lagi kelihatan. Pertemuan atau deklarasi di beberapa daerah kini tak lagi ada," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Senin (26/10/2020).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: