Kredit Foto: SKK Migas
Di tengah akselerasi transisi energi hijau, minyak bumi tetap menjadi instrumen vital yang mendikte peta kekuatan ekonomi global. Bagi banyak negara, kepemilikan cadangan minyak terbukti (proven reserves) bukan sekadar soal kekayaan alam, melainkan kartu as dalam menarik aliran investasi asing (foreign direct investment/FDI) serta memperkuat posisi tawar dalam diplomasi internasional.
Berdasarkan laporan OPEC Annual Statistical Bulletin 2025 dan data Energy Information Administration (EIA), peta kekuatan minyak dunia masih didominasi oleh pemain lama yang memiliki pengaruh besar terhadap volatilitas harga di pasar global.
Venezuela masih mengukuhkan posisinya di peringkat teratas. Meski memiliki simpanan raksasa di Sabuk Orinoco, tantangan infrastruktur serta sanksi ekonomi membuat negara ini berjuang keras mengonversi cadangan tersebut menjadi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang berkelanjutan.
Baca Juga: Mengukur Bobot Strategis Minyak Venezuela di Tengah Eskalasi Global
Di posisi kedua, pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, memegang kendali atas cadangan minyak yang sangat besar. Berbeda dengan Venezuela, Arab Saudi memiliki keunggulan kompetitif berupa biaya produksi yang rendah serta infrastruktur logistik yang efisien, sehingga menjadikannya magnet utama bagi investor energi global yang memburu margin keuntungan tinggi.
Peringkat berikutnya ditempati negara-negara di kawasan Teluk yang terus menjadi sorotan pelaku pasar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kerap menjadi katalis utama fluktuasi harga minyak jenis Brent maupun West Texas Intermediate (WTI). Oleh karena itu, keberadaan cadangan minyak di wilayah ini dinilai krusial bagi stabilitas pasokan energi dunia.
Baca Juga: Trump Klaim Maduro Tertangkap, Harga Minyak Dunia Berguncang?
Berikut daftar 10 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia beserta kapasitas produksinya:
-
Venezuela
Cadangan: 303,22 miliar barel
Produksi harian: ±1,14 juta barel per hari (bph)
Fokus: Optimalisasi minyak berat di Sabuk Orinoco. -
Arab Saudi
Cadangan: 267,20 miliar barel
Produksi harian: ±10,05 juta barel per hari (bph)
Fokus: Pengendalian pasar melalui Ladang Ghawar dan Visi 2030. -
Iran
Cadangan: 208,60 miliar barel
Produksi harian: ±3,22 juta barel per hari (bph)
Fokus: Eksploitasi wilayah Khuzestan. -
Kanada
Cadangan: 163,60 miliar barel
Produksi harian: ±5,05 juta barel per hari (bph)
Fokus: Pengembangan oil sands di Alberta. -
Irak
Cadangan: 145,02 miliar barel
Produksi harian: ±4,01 juta barel per hari (bph)
Fokus: Peningkatan infrastruktur di Basra dan Kirkuk. -
Uni Emirat Arab
Cadangan: 113,00 miliar barel
Produksi harian: ±3,36 juta barel per hari (bph)
Fokus: Ekspansi kapasitas produksi di Abu Dhabi. -
Kuwait
Cadangan: 101,50 miliar barel
Produksi harian: ±2,57 juta barel per hari (bph)
Fokus: Revitalisasi Ladang Burgan. -
Rusia
Cadangan: 80,00 miliar barel
Produksi harian: ±9,80 juta barel per hari (bph)
Fokus: Ketahanan ekspor di tengah dinamika geopolitik Eurasia. -
Amerika Serikat
Cadangan: 74,00 miliar barel
Produksi harian: ±13,87 juta barel per hari (bph)
Fokus: Dominasi teknologi fracking di Permian Basin. -
Libya
Cadangan: 48,36 miliar barel
Produksi harian: ±1,36 juta barel per hari (bph)
Fokus: Pemulihan sektor hulu di Cekungan Sirte.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: