Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Bakal Ngantor di Bursa Demi Penuhi Standar MSCI

        OJK Bakal Ngantor di Bursa Demi Penuhi Standar MSCI Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mulai berkantor di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai langkah percepatan reformasi pasar modal untuk memenuhi standar Morgan Stanley Capital International (MSCI).

        Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, keputusan berkantor di BEI diambil untuk memastikan proses reformasi pasar modal berjalan cepat, tepat, dan efektif, terutama dalam penguatan transparansi dan integritas pasar sesuai standar internasional.

        “Fokusnya adalah reformasi. Perbaikannya itu seluruhnya dan berjalan cepat, tepat, dan efektif. Dan untuk memastikan hal itu, maka mulai besok kami juga akan berkantor di sini,” ujar Mahendra dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

        Baca Juga: Bos OJK Tegaskan Bakal Ikuti Aturan Main MSCI Hingga Tuntas

        Mahendra mengungkap bahwa OJK juga telah memperoleh dukungan dari pemerintah setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia PErry Wajiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani.

        “Tadi pagi kami bertemu dengan Pak Menko, Pak Menkeu, Pak Gubernur BI, Pak Mensesneg, Pak Kepala BP BUMN, BUMN, dan Kepala BPI Danantara. Sejumlah hal yang dibahas, tapi berkaitan dengan ini semua mendukung penuh langkah-langkah reformasi perbaikan dan penguatan yang kita lakukan,” kata Mahendra.

        Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan tersebut menyatakan dukungan solid terhadap agenda reformasi pasar modal karena menyangkut kepentingan nasional, khususnya agar Bursa Efek Indonesia setara dengan standar dan praktik yang berlaku di pasar global.

        “Karena kepentingan nasional untuk melihat bahwa Bursa Efek Indonesia memang setara dengan kondisi dan perkembangan serta standar yang ada di mancanegara dan juga solid mendukung untuk perkembangan, penguatan, serta pendalaman pasar,” ujarnya.

        Baca Juga: OJK Tetapkan Ambang Free Float Saham 15%

        Mahendra menegaskan, reformasi yang dijalankan OJK tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh dan berorientasi pada perbaikan tata kelola, transparansi, serta integritas pasar modal Indonesia.

        Langkah berkantor di BEI juga berkaitan langsung dengan komitmen OJK untuk memenuhi seluruh aturan main dan standar yang ditetapkan MSCI. OJK memastikan proses penyesuaian regulasi dan teknis yang diminta penyedia indeks global tersebut akan dikawal hingga tuntas.

        “Apapun respons dari MSCI, kami akan memastikan bahwa penyesuaian lanjutan yang diperlukan akan dilaksanakan sampai final dan diterima sesuai dengan yang dimaksudkan oleh MSCI,” tegas Mahendra.

        Ia menambahkan, MSCI masih ingin mempertahankan saham-saham emiten Indonesia dalam indeks global karena menilai pasar modal domestik tetap potensial dan investable bagi investor internasional, meskipun terdapat sejumlah catatan teknis yang perlu disesuaikan.

        “Masukan dari MSCI kami terima sebagai masukan yang baik. MSCI tetap ingin memasukkan saham-saham emiten Indonesia dalam indeks global, yang menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih sangat potensial dan investable,” kata Mahendra.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: