Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        EV Kelas Entry di Indonesia! Pilih Jaecoo, Dolphin, Aion, atau Air EV?

        EV Kelas Entry di Indonesia! Pilih Jaecoo, Dolphin, Aion, atau Air EV? Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia, konsumen kini semakin sering membandingkan berbagai model EV kompak untuk menentukan mana yang paling layak dari sisi fitur, harga, dan dukungan layanan.

        Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian adalah Jaecoo, terutama setelah debut J5 EV pada 2025 dan teaser model baru yang akan diungkap di IIMS 2026, memicu diskusi tentang bagaimana posisinya dibanding kompetitor EV lain di segmen entry atau SUV kompak.

        Model seperti BYD Dolphin yang sudah lebih dahulu masuk pasar Indonesia dikenal lewat desain kompak yang unik, efisiensi energi yang baik, dan harga yang relatif terjangkau untuk EV harian.

        Begitu pula GAC Aion V, yang mendapatkan sorotan berkat jarak tempuh lebih jauh dan fitur interior yang cukup lengkap untuk mendukung mobilitas keluarga tanpa harus mengorbankan kenyamanan.

        Sementara Wuling Air EV sering disebut sebagai salah satu EV paling ramah anggaran, dengan dimensi kecil yang mudah digunakan di kota dan paket fitur dasar yang sesuai kebutuhan konsumen baru EV.

        Jika dibandingkan secara fitur, setiap model punya kekuatan berbeda: BYD Dolphin unggul di desain compact dan boarding experience yang simpel, sedangkan Aion V fokus pada range dan fitur kenyamanan.

        Air EV menjadi pilihan populer bagi konsumen yang mencari EV tanpa banyak fitur premium, tetapi tetap mendapat kontrol dasar seperti infotainment layar sentuh dan konektivitas smartphone.

        Jaecoo sendiri, berdasarkan J5 EV dan kemungkinan model baru di IIMS 2026, diperkirakan akan menawarkan gabungan fitur lebih lengkap yang bisa mencakup layar infotainment besar, sistem bantuan pengemudi modern, serta konektivitas pintar.

        Dari sisi harga, Air EV dan Dolphin berada di posisi lebih terjangkau dibanding rata-rata SUV listrik kompak lain, sehingga menarik pembeli yang baru pertama kali mencoba EV.

        Sementara Aion V lebih tinggi sedikit harga karena menggabungkan range yang lebih jauh dan fitur kenyamanan interior yang lebih baik daripada EV entry biasa.

        Posisi Jaecoo dalam jajaran ini belum sepenuhnya final karena model baru yang akan dirilis di IIMS 2026 belum lengkap spesifikasinya, tetapi spekulasi pasar menunjukkan bahwa Jaecoo kemungkinan akan memainkan posisi mid-to-high di segmen entry/SUV kompak.

        Dari sisi desain, BYD Dolphin dan Air EV tampil lebih playful dan cocok menarik konsumen muda atau pengguna urban yang mencari EV bergaya fun dan praktis.

        GAC Aion V cenderung mengusung bahasa desain modern dengan proporsi SUV yang memberi kesan premium relatif kuat dibanding dua rival lain.

        Desain Jaecoo sendiri pada J5 EV memperlihatkan karakter SUV kompak yang lebih agresif dan berkelas, memberi poin keunggulan bagi mereka yang mengutamakan estetika eksterior.

        Dalam hal jaringan dealer dan purna jual, BYD dan Wuling sudah lebih dulu membangun basis servis yang relatif kuat di beberapa kota besar Indonesia, sehingga konsumen merasa lebih aman dalam masalah perawatan dan suku cadang.

        Air EV sebagai produk Wuling juga didukung oleh jaringan dealer yang luas berkat basis pabrikan yang telah lama berada di pasar domestik.

        GAC Aion sebagai pendatang baru EV belum sekuat rival lain dalam hal layanan purna jual, tetapi terus memperluas jaringan untuk mendukung pertumbuhan pengguna EV di daerah.

        Jaecoo, meskipun masih terbilang baru, menunjukkan komitmen membangun jaringan dukungan layanan, terutama jika model baru yang dirilis memiliki potensi menarik minat pembeli lebih luas.

        Kelebihan dari sisi harga, desain, dan fitur juga harus dibandingkan dengan realita kebutuhan pengguna harian, seperti kebutuhan range cukup panjang, kenyamanan kabin, dan fitur keselamatan.

        BYD Dolphin dan Air EV mungkin cocok bagi pengguna yang melihat EV sebagai alat mobilitas harian di kota besar.

        Sementara Aion V dan kemungkinan model Jaecoo akan lebih menarik bagi keluarga muda atau pengguna yang ingin EV dengan range lebih panjang dan paket fitur lebih kaya.

        Selain itu, model baru Jaecoo yang akan dipamerkan di IIMS 2026 kemungkinan akan membawa desain interior lebih canggih serta integrasi teknologi infotainment yang bisa jadi nilai jual kuat.

        Ketika mempertimbangkan layanan purna jual, konsumen juga perlu melihat berapa lama garansi baterai dan jaringan servis yang tersedia di kota mereka.

        BYD dikenal memberikan dukungan baterai yang kompetitif, sedangkan Wuling menawarkan layanan yang mudah diakses di banyak lokasi.

        Aion dan Jaecoo perlu memperkuat dukungan ini untuk memberi rasa aman bagi pengguna EV baru di tengah pasar yang semakin kompetitif.

        Dalam konteks value for money, setiap model EV menawarkan nilai berbeda berdasarkan prioritas pembeli apakah fitur, kenyamanan, harga, atau dukungan purna jual.

        Baca Juga: BYD Seal atau XPeng P7, Mana EV Sedan Terbaik?

        Untuk konsumen yang mencari EV terbaik di kelas entry/SUV kompak, membandingkan semua aspek tersebut akan menentukan pilihan akhir yang paling cocok dengan kebutuhan mereka.

        Perbedaan antara EV yang fokus pada efisiensi harian, EV dengan fitur lebih lengkap, dan EV yang memadukan performa serta kenyamanan adalah pertimbangan utama bagi pembeli saat ini.

        Semakin banyaknya pilihan EV di Indonesia, persaingan ini justru memberi keuntungan bagi konsumen karena mereka punya lebih banyak opsi yang sesuai kebutuhan spesifik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: