Kredit Foto: PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)
Pemerintah mengungkap kondisi armada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang telah menua menjadi alasan utama pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai sebesar Rp2,5 triliun pada tahun anggaran 2025. Sejumlah kapal Pelni tercatat berusia di atas 30 tahun, bahkan mencapai hampir empat dekade, sehingga dinilai tidak lagi ideal untuk menjamin keselamatan dan kelancaran konektivitas laut nasional.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban menyampaikan PMN tersebut dialokasikan untuk mengganti tiga kapal Pelni yang mayoritas melayani rute Indonesia Timur. Usia kapal yang sudah sangat tua membuat peremajaan tidak dapat ditunda.
“Terkait dengan PMN (Penyertaan Modal Negara) yang diajukan oleh PT Pelni, itu untuk penggantian kapal yang usianya telah di atas 30 tahun. Bahkan, nanti bisa disampaikan, ketiga kapal ini usianya sudah mencapai 38 tahun lebih,” ujar Rionald dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Investasi Pemerintah ke BUMN Tembus Rp897 Triliun, Ini Rinciannya
Ia menjelaskan, kapal-kapal tersebut merupakan tulang punggung transportasi laut masyarakat, terutama di kawasan timur Indonesia. Kondisi fisik armada yang uzur berdampak pada meningkatnya biaya perawatan serta risiko gangguan operasional.
Untuk mendukung program peremajaan armada tersebut, pemerintah telah mengucurkan PMN Tunai sebesar Rp2,5 triliun kepada Pelni. Payung hukum penyertaan modal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2025.
“Penggantian terhadap tiga kapal yang kesemuanya melayani Indonesia Timur menjadi sangat penting untuk menjaga standar layanan dan keselamatan,” kata Rionald.
Baca Juga: Danantara Tuntaskan Merger BUMN Karya Semester II 2026
Selain untuk meningkatkan aspek keselamatan dan layanan publik, pemerintah menilai peremajaan armada Pelni memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Sektor transportasi laut saat ini berkontribusi sekitar 0,33% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 6 juta tenaga kerja.
Pemerintah juga menyoroti aspek lingkungan dalam kebijakan tersebut. Kapal generasi baru diharapkan memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan armada lama, sehingga dapat menekan emisi karbon di sektor maritim.
PMN kepada Pelni merupakan bagian dari realisasi investasi pemerintah yang secara kumulatif telah mencapai Rp897,53 triliun sepanjang periode 2010–2024. Memasuki 2025, arah investasi pemerintah mulai difokuskan untuk mendukung program Astacita.
“Sesuai dengan Astacita, target investasi pemerintah di 2025 adalah perumahan, transportasi, pendidikan, dan pangan,” ujar Rionald.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri