Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Ambles ke Rp16.868, Terseret Perang AS-Iran

        Rupiah Ambles ke Rp16.868, Terseret Perang AS-Iran Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 81 poin ke level Rp16.868 pada perdagangan sore Senin (2/3/2026). Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah reaksi pasar terhadap eskalasi konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah.

        Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pembunuhan salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, termasuk potensi gangguan terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur energi global strategis.

        Pasukan Israel juga melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran pada Minggu, dengan rudal dan pesawat tempur menargetkan infrastruktur komando serta pertahanan udara. Teheran merespons dengan serangan rudal lanjutan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

        “Serangan tersebut membuat kapal-kapal rentan terhadap kerusakan tambahan karena rudal menghantam setidaknya tiga kapal tanker di lepas pantai Teluk dan menewaskan seorang pelaut,” ujar Ibrahim kepada wartawan.

        Sebelumnya, putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran berakhir di Jenewa pada Kamis tanpa kemajuan berarti. Washington juga meningkatkan pengerahan militernya di kawasan tersebut.

        Presiden AS Donald Trump disebut tidak puas dengan cara Iran bernegosiasi dan menyampaikan pernyataan yang belum tegas mengenai kemungkinan perubahan rezim di negara tersebut.

        Dari dalam negeri, pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia. Indeks tersebut naik ke level 53,8 pada Februari 2026 dari posisi 52,6 pada bulan sebelumnya.

        Baca Juga: Perang AS–Iran, Rupiah Tertekan Lonjakan Harga Minyak

        Baca Juga: Konflik AS-Iran Picu Risk Off, Rupiah dan IHSG Tertekan

        Baca Juga: BI Jaga Rupiah di Tengah Konflik AS-Iran dan Gejolak Pasar Global

        S&P Global melaporkan indeks yang mencerminkan aktivitas manufaktur nasional itu menunjukkan ekspansi solid dan menjadi yang terbesar sejak Maret 2024.

        “Peningkatan PMI manufaktur utamanya didorong oleh percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia. Permintaan baru naik selama tujuh bulan berturut-turut, dengan tingkat pertumbuhan di posisi paling kuat sejak November 2025,” kata Ibrahim.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: