Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fitch Turunkan Outlook 4 Bank BUMN Jadi Negatif

        Fitch Turunkan Outlook 4 Bank BUMN Jadi Negatif Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang jangka panjang empat bank Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

        Keempat bank yang terdampak revisi tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) TbkPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TbkPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indo Eximbank.

        Dalam laporan yang dirilis pada Senin (9/3/2026), Fitch menegaskan bahwa peringkat utang jangka panjang atau Long-Term Issuer Default Rating (IDR) keempat lembaga tersebut tetap dipertahankan pada level “BBB”, meskipun prospeknya berubah menjadi negatif.

        Selain itu, Government Support Rating (GSR) dan Short-Term IDR dari lembaga-lembaga tersebut juga masih dipertahankan oleh Fitch.

        Fitch menilai kemauan pemerintah Indonesia untuk memberikan dukungan terhadap bank-bank BUMN masih kuat. Hal ini didorong oleh peran sistemik bank-bank besar seperti Mandiri, BRI, dan BNI yang memiliki pangsa pasar simpanan sekitar 10%–21% pada akhir 2025, serta peran kebijakan yang dijalankan oleh Indo Eximbank.

        “Namun, kemampuan pemerintah untuk memberikan dukungan telah menurun, sebagaimana tercermin dari outlooknegatif pada peringkat sovereign Indonesia,” tulis laporan Fitch.

        Karena itu, outlook pada IDR jangka panjang Mandiri, BRI, BNI, dan Indo Eximbank—yang ditentukan oleh Government Support Rating (GSR)—direvisi menjadi negatif mengikuti perubahan prospek peringkat sovereign Indonesia.

        Sementara itu, Fitch mempertahankan outlook stabil untuk PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

        Fitch menilai Viability Rating (VR) BSI berada pada level “bbb-”, yang menjadi dasar bagi IDR jangka panjang bank syariah tersebut. Peringkat ini dinilai masih dapat bertahan meskipun GSR BSI diturunkan sejalan dengan penurunan peringkat sovereign.

        Karena itu, outlook IDR jangka panjang BSI tetap berada pada level stabil.

        Fitch menjelaskan sejumlah faktor dapat memicu penurunan peringkat bank-bank tersebut, salah satunya jika peringkat sovereign Indonesia diturunkan.

        Dalam kondisi tersebut, GSR kelima lembaga keuangan tersebut berpotensi ikut turun. Penurunan peringkat sovereignjuga dapat menurunkan IDR jangka panjang Mandiri, BRI, BNI, dan Indo Eximbank, yang pada akhirnya dapat berdampak pada penurunan peringkat IDR jangka pendek.

        Untuk BSI, penurunan IDR jangka panjang baru akan terjadi jika GSR dan VR sama-sama diturunkan. Fitch menilai VR BSI dapat turun jika terjadi penurunan signifikan pada permodalan, misalnya apabila rasio common equity Tier 1 (CET1) turun di bawah 13% tanpa prospek pemulihan yang cepat.

        Di sisi lain, Fitch menilai peluang kenaikan peringkat dalam waktu dekat relatif kecil. Outlook Mandiri, BRI, BNI, dan Indo Eximbank berpotensi kembali menjadi stabil jika prospek peringkat sovereign Indonesia juga kembali stabil.

        Namun demikian, peningkatan GSR bank-bank tersebut memerlukan kenaikan peringkat sovereign Indonesia, yang dinilai kecil kemungkinannya terjadi dalam waktu dekat.

        Fitch juga menilai peringkat instrumen senior unsecured milik Mandiri, BRI, dan BNI setara dengan IDR jangka panjang karena instrumen tersebut merupakan kewajiban langsung, tanpa jaminan, dan tidak bersubordinasi dari bank.

        Sementara itu, obligasi subordinasi BNI diperingkat dua tingkat di bawah IDR jangka panjang. Fitch menilai dukungan pemerintah dapat mengurangi risiko gagal bayar, namun status subordinasi membuat tingkat kerugiannya lebih tinggi dibandingkan utang senior.

        Jika IDR jangka panjang Mandiri, BNI, dan BRI diturunkan, maka peringkat instrumen senior unsecured mereka juga berpotensi ikut turun. Hal yang sama berlaku bagi obligasi subordinasi BNI apabila IDR jangka panjang bank tersebut mengalami penurunan.

        Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Rp16.886 Efek Perang di Selat Hormuz & Outlook Negatif Moody’s-Fitch

        Baca Juga: Fitch Ungkap Industri Asuransi RI Hadapi Dinamika Baru di Tengah Regulasi Ketat

        Baca Juga: OJK Buka Suara Usai Fitch Pangkas Outlook Kredit RI Jadi Negatif

        Dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), Fitch memberikan ESG Relevance Score “4” kepada BRI dan BSI untuk sejumlah aspek, antara lain hak asasi manusia, hubungan dengan komunitas, serta akses dan keterjangkauan layanan keuangan.

        Skor tersebut lebih tinggi dibandingkan panduan sektor lembaga keuangan yang berada pada level “2”. Secara umum, tingkat relevansi ESG tertinggi berada pada skor “3”, yang berarti isu ESG bersifat netral terhadap profil kredit atau hanya berdampak minimal.

        Fitch menegaskan bahwa skor ESG bukan merupakan input langsung dalam proses pemeringkatan, melainkan indikator relevansi faktor ESG dalam keputusan pemeringkatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: