Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tolak Denuklirisasi, Korea Utara Kini Anggap Korea Selatan Musuh Utama

        Tolak Denuklirisasi, Korea Utara Kini Anggap Korea Selatan Musuh Utama Kredit Foto: KCNA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Korea Selatan kini dilihat sebagai negara paling bermusuhan atau musuh utama dari Korea Utara. Pyongyang menolak untuk melakukan denuklirisasi menyusul tekanan dari Seoul dan Amerika Serikat (AS).

        Dikutip dari Korean Central News Agency (KCNA), Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan bahwa negaranya akan terus memperkuat kemampuan nuklir secara permanen.

        Baca Juga: Amerika Serikat Desak Korea Selatan Amankan Selat Hormuz: Demi Stabilitas Ekonomi Global

        Kim menegaskan bahwa status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir bersifat permanen dan tidak dapat ditukar dengan bantuan ekonomi, kaminan keamanan maupun kesepakatan internasional.

        Menurutnya, pengembangan nuklir merupakan kunci utama untuk menjamin keberlangsungan negara. Ia menyebut penguatan deterrence nuklir defensif sebagai langkah penting untuk keamanan nasional dan stabilitas dari Semenanjung Korea.

        Amerika Serikat dan sekutunya menurutnya adalah pihak yang memperburuk ketegangan dengan menempatkan aset nuklir strategis di Semenanjung Korea.

        Adapun Kim menyatakan bahwa senjata nuklir telah membantu mencegah perang dan memungkinkan fokus pada pembangunan domestik di Korea Utara. Ia menegaskan bahwa pihaknya kini tidak lagi melihat dirinya sebagai pihak yang terancam, melainkan memiliki kemampuan untuk memberikan ancaman jika diperlukan.

        Korea Selatan juga menurutnya kini adalah musuh utama. Kim memperingatkan bahwa setiap setiap pelanggaran kedaulatan akan dibalas dan respons akan dilakukan tanpa ragu. Pernyataan ini menandai perubahan besar dalam kebijakan dari Pyongyang. Ia sebelumnya masih membuka peluang reunifikasi damai di Semenanjung Korea.

        Baca Juga: Paus Leo: Kebencian Meningkat dalam Perang Iran dan Amerika Serikat

        Pernyataan Kim berpotensi meningkatkan ketegangan di Asia Timur. Dengan sikap yang semakin tegas, prospek dialog denuklirisasi dan perdamaian di kawasan kini semakin menantang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: