Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran

        Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perusahaan Semikonduktor China, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) dilaporkan telah mengirim peralatan pembuatan chip ke Iran. Informasi ini memunculkan kekhawatiran baru terkait posisi mereka dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Teheran.

        Dikutip dariĀ Reuters, Washington menyebut bahwa pengiriman alat pembuat chip telah dimulai sekitar satu tahun lalu dan diduga masih berlangsung hingga saat ini. Selain peralatan, kerja sama tersebut juga disebut mencakup pelatihan teknis terkait teknologi semikonduktor milik SMIC.

        Baca Juga: Sinyal Operasi Baru Amerika Serikat ke Iran: 10.000 Tentara Bakal Dikirim ke Timur Tengah

        Peralatan tersebut dilaporkan diberikan kepada sektor industri militer dari Iran. Hal tersebut berpotensi membuat negara tersebut dapat membuat chip untuk berbagai perangkat elektronik termasuk drone. Namun, belum ada kejelasan sejauh mana teknologi tersebut digunakan dalam respons mereka terhadap konflik dari Teheran, Israel dan Amerika Serikat.

        Isu ini juga berpotensi memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dan China. Washington diketahui selama ini berupaya membatasi perkembangan industri chip canggih melalui berbagai sanksi terhadap beijing.

        SMIC sendiri sebelumnya telah masuk dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat di 2020. Hal tersebut dilakukan karena perusahaan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan militer dari China. Namun, perusahaan tersebut membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak memiliki hubungan dengan kompleks industri militer.

        China juga menyatakan bahwa pihaknya hanya memiliki hubungan dagang komersial biasa dengan Iran. Beijing hingga saat ini belum secara terbuka memihak dalam konflik Timur Tengah tersebut.

        Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyerukan agar semua pihak segera memanfaatkan peluang untuk memulai perundingan damai. Ia mendorong adanya negosiasi damai dari Iran dan Amerika Serikat.

        Terbaru, Amerika Serikat mengirimkan proposal damai yang berisi lima belas poin yang menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.

        Washington ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

        Baca Juga: Filipina dan Prancis Teken Perjanjian Militer, Respons Ancaman China

        Amerika Serikat juga memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada jeda sementara, risiko eskalasi tetap tinggi apabila negosiasi gagal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: