Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Imbas Harga BBM Global Naik, Minat Warga Australia terhadap Mobil Listrik China Melonjak Tajam

        Imbas Harga BBM Global Naik, Minat Warga Australia terhadap Mobil Listrik China Melonjak Tajam Kredit Foto: Lestari Ningsih
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Minat konsumen Australia terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) buatan China meningkat tajam, seiring kenaikan harga bahan bakar global akibat gangguan pasokan yang dipicu konflik di Timur Tengah.

        Lonjakan ini turut mendorong produsen otomotif China memperkuat posisinya di pasar Australia, terutama di segmen kendaraan energi baru.

        Berdasarkan data Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), sebanyak 22.362 unit kendaraan asal China terjual di Australia pada Februari 2026. Angka tersebut menjadikan China sebagai pemasok mobil baru terbesar dalam satu bulan untuk pertama kalinya, melampaui Jepang yang selama ini mendominasi sejak 1998.

        Peningkatan minat konsumen juga dirasakan di tingkat dealer. Lei Wan, eksekutif penjualan di gerai utama GAC Group di Burwood, Sydney, mengatakan jumlah kunjungan showroom, janji temu, hingga pesanan kendaraan meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

        “Jumlah pengunjung di toko, janji temu penjualan, dan pesanan pembelian meningkat beberapa kali lipat. Terutama saat akhir pekan, showroom dipadati pengunjung,” ujarnya.

        Menurutnya, lonjakan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar sekaligus meningkatnya daya tarik produk EV China yang dinilai kompetitif dari sisi harga dan teknologi.

        Industri otomotif China sendiri telah berkembang pesat di Australia sejak Great Wall Motor pertama kali masuk pada 2009. Kini, lebih dari 20 merek asal China hadir di pasar tersebut, dengan pertumbuhan paling kuat di segmen kendaraan listrik.

        Sejumlah merek seperti BYD memimpin penjualan EV berbasis baterai di Australia pada awal 2026. Selain itu, merek lain seperti Zeekr, MG Motor, Geely, serta Omoda Jaecoo juga masuk dalam daftar 10 besar penjualan.

        Lei Wan menambahkan, konsumen Australia umumnya memiliki pandangan positif terhadap kendaraan listrik buatan China. "Masuknya produsen China memberikan lebih banyak pilihan kendaraan berkualitas tinggi dengan fitur inovatif dan harga yang lebih terjangkau," katanya.

        Data FCAI juga menunjukkan bahwa EV berbasis baterai menyumbang 11,8 persen dari total penjualan kendaraan pada Februari, menjadi pangsa bulanan tertinggi sepanjang sejarah di Australia.

        Di sisi konsumen, tren peralihan ke EV semakin terlihat. Seorang pelanggan di dealer GAC Burwood, Joseph, mengaku mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan berikutnya setelah sebelumnya menggunakan mobil diesel dan bensin.

        "Saya punya mobil diesel dan bensin, dan harganya semakin mahal. Jadi EV menjadi pilihan yang sangat baik. Kalau ingin membeli EV, saya rasa mobil buatan China adalah pilihan tepat karena reputasinya bagus,” ujarnya dikutip dari Xinhua.

        Kenaikan harga bahan bakar global dinilai menjadi salah satu pendorong utama percepatan adopsi kendaraan listrik di Australia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produsen China untuk memperluas pangsa pasar mereka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: