Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indofood Milik Grup Salim (INDF) Kantongi Laba Rp10,68 Triliun Sepanjang 2025

        Indofood Milik Grup Salim (INDF) Kantongi Laba Rp10,68 Triliun Sepanjang 2025 Kredit Foto: Indofood
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan pertumbuhan laba dan pendapatan yang tetap terjaga di tengah tekanan makroekonomi. Hal ini kembali menegaskan kekuatan model bisnis terintegrasi yang dimiliki Perseroan.

        INDF membukukan laba bersih sebesar Rp10,68 triliun, melonjak 23,61% dibandingkan Rp8,64 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan bersih konsolidasi tumbuh 7% menjadi Rp123,49 triliun dari Rp115,79 triliun.

        Dari sisi operasional, pendapatan dari operasi meningkat 6% menjadi Rp24,57 triliun dari Rp23,09 triliun, dengan margin operasi yang tetap stabil di level 19,9%. Namun, laba inti hanya tumbuh tipis 1% menjadi Rp11,39 triliun dari Rp11,34 triliun, mencerminkan adanya tekanan biaya di level operasional.

        Kontributor pendapatan masih berasal dari segmen produk konsumen bermerek dengan pendapatan Rp75,37 triliun. Diikuti segmen Bogasari Rp24,50 triliun, agribisnis Rp16,19 triliun, serta distribusi Rp7,42 triliun sepanjang 2025.

        “Terlepas dari lingkungan makroekonomi yang menantang, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas dengan memanfaatkan model bisnis terintegrasi vertikalnya," kata Anthoni Salim, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Indofood.

        Baca Juga: Penjualan Alfamidi (MIDI) Tembus Rp20,64 Triliun di 2025, Laba Melonjak 45%

        Baca Juga: Alfamart (AMRT) Raih Pendapatan Rp126,73 Triliun di 2025, Laba Naik 8,34%

        Dari sisi neraca, total aset INDF meningkat menjadi Rp217,98 triliun dari Rp201,71 triliun pada akhir 2024. Liabilitas juga naik menjadi Rp97,74 triliun dari Rp92,72 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp120,23 triliun dari Rp108,99 triliun.

        "Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, menyeimbangkan pangsa pasar dan profitabilitas, sambil mempertahankan neraca keuangan yang sehat," tutup Anthoni.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: