Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tujuan Hampir Dicapai, Trump Klaim Cetak Sejarah dalam Perang Iran dan Amerika Serikat

        Tujuan Hampir Dicapai, Trump Klaim Cetak Sejarah dalam Perang Iran dan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya hampir mencapai tujuannya dalam melakukan perang dengan Iran. Hal ini menyusul konflik keduanya yang sudah lebih dari satu bulan berlangsung di Timur Tengah.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeklaim bahwa pihaknya telah mencatat kemenangan besar dalam medan perang dalam waktu singkat. Menurutnya, Iran telah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan gabungan dari Washington dan Israel.

        Baca Juga: Eropa Nilai Ancaman Trump Cuma Omon-omon: Amerika Serikat Lemah Tanpa NATO

        “Dalam empat minggu terakhir ini, angkatan bersenjata kita telah meraih kemenangan yang cepat, menentukan, dan luar biasa di medan perang. Kemenangan yang jarang terlihat sebelumnya,” katanya.

        Ia mengatakan bahwa angkatan laut dari musuhnya telah hancur, sementara angkatan udara disebut dalam kondisi porak-poranda. Trump juga mengklaim bahwa pihaknya telah menghancurkan struktur komando dari Iran. Kemampuan Teheran dalam meluncurkan rudal dan drone juga disebut telah menurun drastis.

        “Malam ini, angkatan laut mereka telah hancur. Angkatan udara mereka luluh lantak. Para pemimpin mereka kini telah tewas. Komando dan kendali mereka sedang dihancurkan saat ini juga. Kemampuan mereka untuk meluncurkan rudal dan drone sangat terbatas,” kata Trump.

        Trump menggambarkan hasil operasi militer sebagai kemenangan besar yang belum pernah terjadi dalam sejarah peperangan modern. Ia menegaskan bahwa kerugian yang dialami musuh dalam beberapa pekan terakhir sangat signifikan.

        “Tidak pernah ada dalam sejarah peperangan musuh menderita kerugian besar dan dahsyat seperti ini dalam hitungan minggu,” katanya.

        Menurut Trump, Amerika Serikat berada di jalur untuk segera menyelesaikan seluruh tujuan militernya. Meski belum memberikan jadwal pasti, ia mengisyaratkan bahwa operasi militer dapat berakhir dalam waktu dekat. Sebelumnya, Trump menyebut konflik bisa berakhir dalam dua hingga tiga pekan.

        Dan malam ini saya senang mengatakan bahwa tujuan strategis inti ini hampir selesai. Saya dapat mengatakan malam ini bahwa kita berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan semua tujuan militer Amerika dalam waktu singkat,” ungkap Trump.

        Meski klaim kemenangan disampaikan, situasi di lapangan masih dinamis dan konflik belum sepenuhnya berakhir. Serangan dan ketegangan masih terus terjadi di Timur Tengah.

        Sebelumnya, Trump sebelumnya menyatakan bahwa operasi militernya dapat berakhir dalam dua hingga tiga pekan. Namun, pernyataan yang berubah-ubah menunjukkan bahwa strategi akhir konflik masih belum sepenuhnya pasti.

        Trump sendiri beberapa waktu yang lalu mengancam akan menghancurkan berbagai fasilitas vital jika tidak ada kesepakatan damai dengan Iran. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, sumber air bersih hingga pusat ekspor minyak dari Iran, Kharg Island.

        Amerika Serikat di sisi lain juga terus mengirimkan pasukan tambahan menuju Timur Tengah. Manuver Trump menjadi sorotan karena inkonsistensi dalam pernyataan  terkait strategi mengakhiri konflik. Ia membuka jalur diplomasi namun di sisi lain juga terus mengirimkan tekanan militer, termasuk dengan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah.

        Adapun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat. Namun hal tersebut tidak bisa disebut sebagai negosiasi resmi.

        Baca Juga: Trump Merasa Jijik ke Sekutu, Amerika Serikat Tak Akan Ragu Keluar dari NATO

        Menurutnya, pesan yang disampaikan melalui perantara lebih berupa pertukaran pandangan dan ancaman, bukan dialog diplomatik formal. Ia sendiri mendapatkan pesar yang diteruskan dari Utusan Khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: