Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PBB Mengaku Butuh Waktu Lakukan Penyelidikan Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

        PBB Mengaku Butuh Waktu Lakukan Penyelidikan Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Kredit Foto: Reuters/Eduardo Munoz
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pihaknya berharap dapat segera memberikan perkembangan terbaru terkait penyelidikan yang sedang berlangsung, meskipun menghadapi “situasi yang menantang di lapangan” serta keterlambatan dalam mengakses “lokasi kejadian”.

        "Penyelidikan seperti ini membutuhkan waktu, karena para ahli teknis harus memeriksa bukti fisik di lokasi, sementara tim lainnya menelaah konteks dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengumpulkan serta memverifikasi informasi,” tambahnya.

        Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali berduka usai tiga prajuritnya gugur di lokasi yang berbeda saat bertugas menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

        Pertama, Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur terkena proyektil, kemudia dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) UNIFIL Indobatt juga dilaporkan gugur, yakni Kapt Inf Zulmi (Grup 2 Kopassus) selaku Komandan Kompi B dan Sertu Ikhwan (Kesdam IX/Udayana)

        Sementara itu, Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB.

        Desakan tegas ini diserukan menyusul gugurnya tiga prajurit Indonesia yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

        Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono telah menyampaikan tuntutan tersebut secara langsung kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui sambungan telepon pada Senin (30/3).

        Dalam perbincangan itu, Sugiono menekankan urgensi penyelidikan yang cepat, transparan, dan menyeluruh atas insiden tragis yang menimpa prajurit dari Indonesia.

        "Kami meminta diadakannya rapat darurat Dewan Keamanan serta proses penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan," tegas Menlu Sugiono dalam pernyataan resminya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: