Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Program Sosial Taman Asuh hingga Biogas dan PLTS Bawa Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas ke-9

        Program Sosial Taman Asuh hingga Biogas dan PLTS Bawa Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas ke-9 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sepanjang 2025, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjalankan berbagai program keberlanjutan yang mencakup inovasi sosial, eco-inovasi, hingga implementasi ekonomi karbon. 

        Berbagai inisiatif tersebut terintegrasi dengan kegiatan operasional perusahaan sebagai bagian dari strategi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

        Salah satu program unggulan dalam inovasi sosial adalah PKT BISA (Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi). Program ini mendorong pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi energi alternatif berupa biogas. Melalui pendekatan tersebut, limbah tidak lagi dipandang sebagai persoalan lingkungan, melainkan sebagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

        PKT BISA mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan dalam satu ekosistem kawasan terpadu. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, tetapi juga membuka akses energi alternatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

        Di bidang pemberdayaan masyarakat, Pupuk Kaltim juga menjalankan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga di wilayah sekitar operasional perusahaan melalui pendekatan edukatif berbasis komunitas.

        Pada aspek lingkungan, perusahaan memperkuat eco-inovasi melalui konsep Road to Zero Waste. Program ini mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.

        Melalui pendekatan tersebut, sampah dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Selain menekan dampak lingkungan, pengelolaan ini juga membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

        Komitmen terhadap pengurangan emisi juga diwujudkan melalui implementasi Nilai Ekonomi Karbon dengan pengembangan energi terbarukan. Pupuk Kaltim telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tahap pertama pada 2022 dengan kapasitas 1,2 megawatt (MW) dan tahap kedua pada 2024 dengan kapasitas 2,6 MW.

        Perusahaan juga merencanakan pembangunan PLTS tambahan berkapasitas 2,3 MW pada 2026, serta menjajaki kerja sama pemanfaatan emisi karbon dioksida (CO₂). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menekan emisi sekaligus memperkuat transisi menuju industri rendah karbon.

        Di sisi operasional, Pupuk Kaltim turut meningkatkan efisiensi melalui sejumlah proyek modernisasi, termasuk revamping Ammonia Pabrik-2 serta pengembangan hilirisasi produk melalui pembangunan pabrik soda ash.

        Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menyatakan berbagai inisiatif tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjalankan prinsip beyond compliance, yakni tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi lingkungan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

        “Capaian ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim untuk melampaui kepatuhan terhadap regulasi, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Gusrizal.

        Komitmen tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini menjadi pencapaian kesembilan secara berturut-turut bagi Pupuk Kaltim dalam kategori tertinggi penilaian kinerja lingkungan dari pemerintah.

        Baca Juga: Inovasi Operasional dan Digitalisasi Dongkrak Kinerja Pupuk Kaltim

        Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal dalam acara penganugerahan di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

        Program PROPER merupakan sistem penilaian pemerintah untuk mengukur kepatuhan, kinerja lingkungan, serta inovasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. 

        Kategori PROPER Emas diberikan kepada perusahaan yang dinilai menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, serta kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: