Blokade Selat Hormuz Lumpuhkan Perdagangan Iran, Trump Klaim Perang Hampir Usai
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan mengejutkan dengan mengklaim bahwa perang melawan Iran "hampir usai".
Pernyataan ini muncul di tengah ketatnya blokade militer AS di Selat Hormuz yang kini memasuki hari kedua dan dilaporkan telah melumpuhkan jalur perdagangan maritim Iran secara total.
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Fox News, Donald Trump mengisyaratkan adanya titik terang dalam konflik yang tengah memanas ini.
Ia memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan digelarnya putaran kedua perundingan tatap muka dengan para petinggi Iran. Rencananya, dialog krusial tersebut akan difasilitasi dan dilangsungkan di Pakistan dalam beberapa hari ke depan.
Di lapangan, tekanan militer Amerika Serikat terbukti kian mencekik sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera.
Pihak militer AS secara resmi menyatakan bahwa operasi blokade mereka di Selat Hormuz telah berhasil menghentikan sepenuhnya perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui jalur laut.
Langkah taktis ini secara efektif memutus urat nadi perekonomian Teheran yang selama ini sangat bergantung pada lalu lintas perairan vital tersebut.
Sementara itu, dinamika geopolitik yang tak kalah penting juga tengah berlangsung di Washington, DC. Delegasi Israel dan Lebanon dilaporkan tengah menggelar pembicaraan langsung, sebuah momen diplomasi yang sangat langka.
Menariknya, negosiasi tingkat tinggi ini berjalan bersamaan dengan operasi militer pasukan Israel yang masih terus melancarkan serangan intensif terhadap basis-basis kelompok Hezbollah.
Situasi Timur Tengah yang masih dibayangi ketidakpastian ini terus memicu kekhawatiran dunia internasional. International Monetary Fund (IMF) kembali membunyikan alarm peringatan keras.
Lembaga keuangan global tersebut menegaskan bahwa setiap eskalasi lanjutan dalam perang di Iran tidak hanya akan berdampak di kawasan, tetapi juga berpotensi memberikan pukulan besar yang dapat menyeret perekonomian dunia ke dalam jurang resesi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: