Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengelola KFC (FAST) Masih Rugi Rp366 Miliar Sepanjang 2025

        Pengelola KFC (FAST) Masih Rugi Rp366 Miliar Sepanjang 2025 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menunjukkan perbaikan kinerja yang cukup signifikan sepanjang 2025. Meski masih mencatatkan rugi, nilainya berhasil ditekan cukup dalam dibandingkan tahun sebelumnya.

        Pengelola gerai KFC ini membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp366,04 miliar, turun 54,05% dari Rp796,71 miliar pada periode sebelumnya. Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar juga menyusut menjadi Rp85 dari sebelumnya Rp200.

        Perbaikan ini terjadi di tengah pendapatan yang relatif stabil. FAST mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,88 triliun, sedikit meningkat dari Rp4,87 triliun pada tahun sebelumnya.

        Kontributor terbesar masih berasal dari penjualan makanan dan minuman sebesar Rp4,86 triliun, disusul komisi penjualan konsinyasi Rp16,91 miliar serta jasa layanan antar Rp2,25 miliar.

        Secara geografis, Jakarta menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp1,76 triliun. Disusul Makassar Rp618,65 miliar, Palembang Rp355,29 miliar, Medan Rp329,29 miliar, dan Bandung Rp310,68 miliar. Sementara wilayah lainnya menyumbang Rp1,49 triliun.

        Dari sisi efisiensi, Perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi Rp1,99 triliun dari sebelumnya Rp2,03 triliun. Hal ini turut mendorong peningkatan laba bruto menjadi Rp2,88 triliun, dibandingkan Rp2,84 triliun pada tahun sebelumnya.

        Beban operasional juga mengalami penurunan di sejumlah pos. Beban penjualan dan distribusi turun menjadi Rp2,6 triliun dari Rp2,71 triliun, sementara beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp665,33 miliar dari Rp690,45 miliar. 

        Beban operasi lain bahkan turun signifikan ke Rp82,98 miliar dari Rp279,95 miliar, diiringi lonjakan penghasilan operasi lain menjadi Rp156,83 miliar dari Rp63 miliar. Dengan berbagai perbaikan tersebut, rugi usaha FAST ikut menyempit menjadi Rp311,66 miliar pada 2025, jauh lebih baik dibandingkan Rp784 miliar pada tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Kinerja Tertekan, Ancol (PJAA) Rugi Rp38,80 Miliar pada Kuartal I 2026

        Baca Juga: Pendapatan Iklan Turun, Rugi MDTV (NETV) Bengkak Jadi Rp286 Miliar di 2025

        Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat pesat menjadi Rp4,94 triliun dari Rp3,52 triliun. Liabilitas bengkak menjadi Rp4,51 triliun dari Rp3,4 triliun, sementara ekuitas tercatat melonjak menjadi Rp435,85 miliar dari sebelumnya Rp127,73 miliar.

        Kinerja ini mencerminkan upaya efisiensi dan pemulihan operasional yang mulai menunjukkan hasil, meski tantangan di industri makanan cepat saji masih membayangi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: