Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Paus Leo Soroti Gagalnya Diplomasi Iran-Amerika Serikat: Semua Menderita

        Paus Leo Soroti Gagalnya Diplomasi Iran-Amerika Serikat: Semua Menderita Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo kembali menyoroti jalan perang dari Israel, Amerika Serikat dan Iran. Pihaknya kecewa dengan belum adanya kejelasan terkait dengan negosiasi damai antara ketiganya di Timur Tengah.

        Leo mengungkapkan keprihatinan atas mandeknya pembicaraan damai antara ketiga negara yang dinilai memperpanjang konflik antara Washington, Tel Aviv dan Teheran. 

        Baca Juga: Usai Dikritik Trump, Paus Leo Akhirnya Kecam Kematian Demonstran di Iran

        "Suatu hari Iran mengatakan ya, Amerika Serikat mengatakan tidak, dan sebaliknya. Kita tidak tahu ke mana arahnya," katanya.

        Menurutnya, hal ini akan membawa penderitaan berkepanjangan untuk masyarakat dari pihak-pihak terkait, khususnya mereka yang berada dalam kawasan seperti di Iran.

        "Situasi ini masih kacau… dan seluruh masyarakat, orang-orang tak bersalah, menderita karena perang ini," tegasnya..

        Paus Leo juga menegaskan sikapnya yang menolak perang dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan akan terus mengecam perang yang berlangsung, termasuk dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.

        "Sebagai seorang gembala, saya tidak bisa mendukung perang," ujarnya.

        Ia turut menyoroti banyaknya korban sipil dalam konflik yang berlangsung, termasuk penderitaan masyarakat Iran yang tidak terlibat langsung dalam perang.

        Diketahui, belum ada kejelasan mengenai akhir konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran. Washington baru-baru ini mencegat setidaknya tiga tanker berbendera dari Iran di Asia. Ia dilaporkan memaksa kapal-kapal tersebut mengalihkan jalurnya dan menjauh dari posisi mereka dekat wilayahdari India, Malaysia, dan Sri Lanka.

        Laporan menyebutkan bahwa salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker bernama Deep Sea. Kargo kapal tersebut dilaporkan sebagian bermuatan minyak mentah dan terakhir terdeteksi di lepas pantai dari Malaysia.

        Kapal lainnya yang terkena blokade bernama Sevin. Ia juga turut bermuatan minyak mentan dan memiliki kapasitas maksimum 1 juta barel dan membawa muatan berisi hingga sekitar 65%.

        Supertanker Dorena juga diketahui menjadi salah satu yang terkena dampak blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Ia membawa penuh sekitar 2 juta barel minyak mentah dan kini dikawal oleh kapal perusak dari Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia. Kapal ini sebelumnya terdeteksi di lepas pantai dari India.

        Di sisi lain, meski gencatan senjata masih berlaku tanpa batas waktu, upaya negosiasi belum menunjukkan kemajuan signifikan. Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance bahkan membatalkan kunjungannya ke Islamabad. Hal tersebut menyusul tak adanya delegasi yang dikirimkan oleh Iran.

        Baca Juga: China Sebut Konflik Iran-Amerika Serikat dalam Masa Kritis

        Adapun Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pihaknya belum menetapkan tenggat waktu baru maupun gencatan senjata lanjutan demi mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: