Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Buyback Saham, Emiten Grup Ciputra (JRPT) Anggarkan Dana Rp100 Miliar

        Buyback Saham, Emiten Grup Ciputra (JRPT) Anggarkan Dana Rp100 Miliar Kredit Foto: JRP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten Grup Ciputra, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) kembali mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp100 miliar. Perseroan menargetkan pembelian hingga 90,09 juta saham atau setara 0,698% dari total modal disetor. 

        Program buyback ini direncanakan berlangsung selama 12 bulan, yakni mulai 4 Juni 2026 hingga 4 Juni 2027, setelah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Manajemen menyebut langkah ini diambil untuk memperkuat kinerja keuangan perusahaan.

        "Perseroan melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback) untuk meningkatkan kinerja keuangan, khususnya rasio laba per saham (EPS), serta rasio terhadap aset (ROA) dan rasio terhadap ekuitas (ROE)," jelas manajemen.

        Secara proforma, laba bersih per saham (EPS) JRPT diproyeksikan meningkat menjadi Rp102,32 per saham, dari sebelumnya Rp101,14 per saham per 31 Desember 2025.

        Dari sisi pendanaan, Perseroan memastikan bahwa buyback tidak akan membebani struktur keuangan. Seluruh dana yang digunakan berasal dari arus kas operasional, bukan dari pinjaman.

        "Pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja dan pendapatan perseroan sehingga pelaksanaan pembelian kembali tidak akan mengganggu kondisi keuangan dan likuiditas perseroan," ujar manajemen.

        Baca Juga: Analis Ragukan Kemampuan Buyback 18 Emiten yang Terancam DelistinDelisting

        Baca Juga: Emiten Boy Thohir (AADI) Bakal Gelar Buyback Saham Rp5 Triliun

        Dalam pelaksanaannya, buyback dapat dilakukan baik melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa. Jika dilakukan di Bursa, transaksi akan difasilitasi oleh satu Anggota Bursa sebagai perantara pedagang efek.

        Langkah ini mencerminkan optimisme manajemen terhadap fundamental perusahaan sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor, terutama dalam upaya menjaga nilai saham dan meningkatkan rasio profitabilitas ke depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: