Menperin Soroti Karakteristik Industri Manufaktur RI: Hanya 20% yang Diekspor
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyoroti karakteristik sektor manufaktur Indonesia yang masih didominasi oleh konsumsi domestik. Berbeda dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand, mayoritas hasil industri Indonesia justru terserap di dalam negeri.
Agus mengungkapkan, saat ini sekitar 80% dari total output manufaktur Indonesia dialokasikan untuk memenuhi pasar domestik. Sementara itu, porsi yang diekspor ke luar negeri hanya berkisar di angka 20%.
"Output manufaktur kita selama ini rata-rata hanya 20% yang diekspor, 80% merupakan produk-produk yang diserap di dalam negeri. Indonesia beda dengan negara-negara lain seperti Vietnam maupun Thailand, Malaysia," kata Agus usai bertemu Menteri Keuangan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Meski demikian, Agus menekankan bahwa secara agregat, kontribusi manufaktur terhadap ekspor nasional sebenarnya sudah sangat dominan. Data BPS menunjukkan sekitar 75% hingga 80% dari total ekspor nasional berasal dari produk industri pengolahan.
Ubah Rasio Tanpa Korbankan Pasar Domestik
Ke depan, Agus menyatakan pemerintah ingin mendorong agar industri manufaktur nasional lebih agresif merambah pasar internasional. Targetnya adalah mengubah rasio output agar porsi ekspor bisa meningkat.
Namun, ia menjamin rencana ini tidak akan mengurangi pasokan untuk kebutuhan dalam negeri atau melemahkan perlindungan terhadap industri domestik.
Baca Juga: Menperin-Menkeu 'Duduk Bareng' Cari Jalan Keluar Masalah di Industri Manufaktur
"Kita juga perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri. Kita mau merubah sedikit rasio antara output manufaktur yang 80% domestik 20%∆ ekspor, tanpa mengurangi porsi domestiknya," jelasnya.
Agus menilai sektor manufaktur tetap menjadi sektor terpenting bagi perekonomian nasional. Bahkan tahun lalu, pertumbuhan sektor ini tercatat mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, sebuah momen yang telah dinantikan selama 14 tahun.
"Sektor manufaktur merupakan sektor terpenting bagi perekonomian. Pertumbuhan manufaktur tahun lalu bisa tercatat di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak pernah terjadi selama 14 tahun sebelumnya," pungkas Agus.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: