Jaga Kedaulatan Negara, Wamekomdigi Tegaskan Peran Vital Balmon Jayapura
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, meminta para pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Kelas II Jayapura untuk memaksimalkan pelayanan di tengah kondisi geografis dan keamanan di wilayah Papua yang menantang.
Menurutnya, spektrum frekuensi radio berperan vital bagi kedaulatan dan keamanan negara, meskipun wujudnya tidak kasat mata.
"Frekuensi ini kan tidak kelihatan tapi mengatur banyak hal, mulai dari komunikasi sampai hal-hal yang strategis," kata Wamen Angga saat berkunjung ke Balmon SFR Kelas II Jayapura, Papua, dikutip Minggu (10/5/2026).
Angga menyebut bahwa pengawasan frekuensi menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat.
"Itu juga menjadi concern dari Bapak Presiden bahwa frekuensi kita perlu diperhatikan. Dan kehadiran teman-teman Balmon ini adalah ujung tombak sebenarnya di daerah," tambah Angga.
Angga meminta Balmon SFR Kelas II Jayapura memaksimalkan pemanfaatan teknologi agar pelayanan publik tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan petugas.
"Keselamatan itu nomor satu, nyawa itu nomor satu. Tapi kita juga harus cari cara dengan teknologi agar pelayanan di sana tetap berjalan," ujarnya.
Angga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Balmon SFR Kelas II Jayapura yang terus mengawal kelancaran frekuensi di timur Indonesia.
Baca Juga: Wamenkomdigi Nezar Patria: Investasi Digital Masuk, Privasi Masyarakat Tetap Dijaga
Baca Juga: Menkomdigi Dampingi Presiden, Bagikan 250 Modem Starlink dan Perkuat Sinyal BTS di Pulau Miangas
"Saya ucapkan terima kasih teman-teman semua atas pengorbanannya selama ini, atas dedikasinya. Tetap semangat, kita berbuat yang terbaik buat bangsa dan negara. Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk masyarakat, untuk masa depan anak-anak kita ke depan," ungkap dia
Menutup arahannya, Angga berpesan kepada para pegawai agar selalu meningkatkan kapasitas diri untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Kalau ada kesempatan untuk meraih pendidikan, ambil. Dan serius untuk menjalaninnya. Karena itu ujungnya jadi bekal, bukan sekadar ijazah. Ketika kita dapet ilmu, yakin lah bahwa itu akan berguna buat kita nanti, di saat kita menjalani hidup ke depan," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra