Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ambruk 0,68% Saat Rupiah Jebol Rp17.500 dan Pasar Tunggu MSCI

        IHSG Ambruk 0,68% Saat Rupiah Jebol Rp17.500 dan Pasar Tunggu MSCI Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,68% ke level 6.858,899 pada perdagangan Selasa (12/5/2026), di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS serta meningkatnya kekhawatiran pasar menjelang pengumuman hasil evaluasi indeks MSCI.  

        Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.977,286 sebelum akhirnya terperosok hingga level terendah 6.762,878 sepanjang sesi perdagangan. Nilai transaksi tercatat Rp16,27 triliun dengan volume 31,08 miliar saham dan frekuensi perdagangan mencapai 2,51 juta kali. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp12.146 triliun atau setara US$694 miliar.  

        Pelemahan pasar terjadi di tengah tekanan kurs rupiah yang berada di level Rp17.514 per dolar AS berdasarkan acuan BI dalam statistik perdagangan BEI hari ini.  

        Sentimen eksternal dan aksi jual investor asing turut memperberat pergerakan indeks. Investor asing tercatat melakukan jual bersih Rp931,89 miliar di seluruh pasar, sementara secara tahun berjalan (year to date/YTD) net sell asing mencapai Rp39,29 triliun.  

        Tekanan jual mendominasi mayoritas saham di BEI. Sebanyak 486 saham melemah, hanya 217 saham menguat, dan 256 saham stagnan.  

        Dari sisi sektoral, tekanan terdalam terjadi pada sektor kesehatan yang anjlok 3,51%, industri turun 3,20%, serta infrastruktur melemah 1,50%. Sementara sektor bahan baku menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 1,85%.  

        Saham-saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat utama indeks. PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 3,31%, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 4,75%, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 3,80%. Ketiganya masuk daftar top laggards yang menekan pergerakan IHSG hari ini.  

        Baca Juga: Balik Arah! IHSG Ambles 1,43%, Big Caps Kompak Melemah

        Baca Juga: IHSG Terkapar Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, Asing Kabur Rp751 Miliar

        Di tengah tekanan pasar, pelaku pasar juga menanti pengumuman hasil evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang kerap memicu pergerakan dana asing di pasar saham domestik. Evaluasi MSCI menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi bobot saham Indonesia dalam portofolio investor global.

        Secara regional, kinerja IHSG juga tertinggal dibanding sejumlah bursa Asia Tenggara. Hingga perdagangan hari ini, IHSG tercatat terkoreksi 20,68% secara YTD, lebih dalam dibanding indeks Malaysia yang masih naik 4,19% dan Vietnam yang menguat 7,33%.  

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: