Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Minyak Tak Akan Turun, Purbaya Prediksi Konflik Iran–AS Masih Panjang

        Harga Minyak Tak Akan Turun, Purbaya Prediksi Konflik Iran–AS Masih Panjang Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih akan berlangsung lama. Kondisi ini, menurutnya, akan membuat harga minyak mentah dunia tetap tinggi.

        “Karena kita lihat harga minyak dunia kan enggak akan turun. Setelah saya ke Amerika, saya pelajarin cara Amerika melakukan diskusi dan mendesain term yang diberikan untuk Iran. Itu sepertinya desainnya untuk negara yang kalah perang. Dan pasti akan ditolak oleh Iran. Kelihatannya kalau gitu perangnya masih panjang,” kata Purbaya, dikutip Rabu (13/5).

        Ia menilai ketidakpastian ini berpotensi menekan energi global. Karena itu, Purbaya mendorong penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui percepatan penggunaan kendaraan listrik.

        "Artinya konsumsi BBM kita juga akan masih tinggi, dan dengan harga yang lebih tinggi. Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan, kan?" paparnya.

        Menurut Purbaya, pasokan listrik dalam negeri saat ini sangat melimpah, dengan sekitar 30% kapasitas produksi tidak terpakai namun tetap harus dibayar negara. Pemanfaatan kendaraan listrik dinilai sebagai win-win solution untuk mengurangi subsidi PLN sekaligus menekan impor BBM.

        "Itu mungkin kapasitas yang baru terpakai sekitar 70%, masih ada 30% listrik yang kita bayar tapi enggak dipakai. Kalau saya enggak salah ingat ya, tapi Anda bisa diskusi dengan PLN. Tapi yang jelas ada listrik yang kepakai yang kita bayar, saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil, itu utamanya," ujar Purbaya.

        Baca Juga: Rupiah Jebol ke Rp17.510, DPR Langsung Panggil BI dan Purbaya Wanti-wanti Dampak ke Ekonomi

        Baca Juga: Gencatan Senjata Gagal, Iran Ancam Naikkan Uranium 90% Jika Diserang AS-Israel

        Meski semula memperkirakan konflik Iran–AS bisa berakhir pada September 2026 bertepatan dengan pemilu sela di AS, Purbaya kini menilai perang bisa saja berlanjut lebih lama.

        "Paling bagus September itu berakhir, karena di sana ada pemilihan kan di Amerika Serikat. Tapi bisa aja jalan berlanjut terus, jadi kita akan melihat terus. Tapi dalam jangka beberapa bulan ke depan ini saya akan menghemat itu," ucap Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: