Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba ITMG Turun 16% di Kuartal I Saat Harga Batu Bara Melemah

        Laba ITMG Turun 16% di Kuartal I Saat Harga Batu Bara Melemah Kredit Foto: ITMG
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat penurunan laba bersih sebesar 16% secara tahunan pada kuartal I-2026 di tengah pelemahan harga jual batu bara dan penurunan produksi.

        Berdasarkan laporan kinerja perseroan, laba bersih ITMG tercatat sebesar US$56 juta pada periode tiga bulan pertama 2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$66 juta. 

        Penurunan laba terjadi meski pendapatan perseroan masih naik 3% secara tahunan menjadi US$498 juta dari sebelumnya US$483 juta. Kenaikan pendapatan ditopang oleh volume penjualan batu bara yang meningkat 6% menjadi 6,3 juta ton. 

        Namun, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) ITMG turun menjadi US$79 per ton dari sebelumnya US$82 per ton. Di sisi lain, volume produksi batu bara juga turun 12% menjadi 4,7 juta ton akibat curah hujan yang mempengaruhi operasional tambang. 

        Tekanan juga terlihat pada profitabilitas perseroan. Margin laba bersih turun menjadi 11% dari sebelumnya 14%, sementara margin laba operasional turun menjadi 15% dari 17% pada periode yang sama tahun lalu. 

        Di saat yang sama, beban pokok pendapatan meningkat 5% menjadi US$365 juta. Rasio kupas atau strip ratio juga naik 19% menjadi 10,4x, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas pengupasan lapisan tanah tambang. 

        Baca Juga: Cum Date 27 April, ITMG Siap Bagikan Dividen Final USD64,54 Juta

        Baca Juga: Dominasi Nikel dan Stabilnya Batu Bara Perkuat Industri Tambang RI

        Dari sisi pasar, penjualan domestik ITMG tercatat turun tajam 41% menjadi US$74 juta. Sebaliknya, penjualan ekspor ke Jepang naik 40% menjadi US$160 juta dan China meningkat 11% menjadi US$136 juta. 

        Meski demikian, arus kas operasi perseroan masih mencatatkan kenaikan 42% menjadi US$65 juta, terutama didorong penurunan pembayaran kepada pemasok. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: