Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Kopdes Merah Putih Minim Produk UMKM: Ternyata Jatuhnya Toko Kelontong

        Viral Kopdes Merah Putih Minim Produk UMKM: Ternyata Jatuhnya Toko Kelontong Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebuah postingan yang memperlihatkan isi toko yang diduga merupakan Koperasi Desa Merah Putih viral di media sosial. Netizen menyoroti minimnya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang dijual di dalam toko tersebut.

        Sorotan itu muncul setelah akun X @satyaXBT mengunggah foto kondisi toko yang disebut sebagai koperasi desa. Dalam unggahannya, ia mengaku kecewa karena produk yang dijual dinilai tidak berbeda jauh dengan toko kelontong biasa.

        Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih, Siapkan Kredit Murah untuk Rakyat

        Akun tersebut tidak menjelaskan lokasi maupun nama toko yang dimaksud, namun menyebut toko itu merupakan bagian dari program koperasi desa.

        “Gue kira isinya bakal jualan barang UMKM, ternyata jatuhnya toko kelontong. Udah gitu, siapa yang ngajarin display begitu duh,” tulis akun tersebut.

        Unggahan itu langsung memicu berbagai komentar dari netizen lain. Sebagian mengkritik tata letak produk di dalam toko, sementara lainnya menyoroti konsep koperasi yang dinilai belum terlihat berbeda dari ritel konvensional.

        Salah satu netizen menyoroti penempatan minyak goreng yang dinilai tidak tepat.

        “Jgn meletakkan minyak goreng tepat di bawah AC. Suhu terlalu dingin bisa membuat fraksi minyak terpisah dan muncul gumpalan/kristal putih alias ‘minyak tidur’,” tulis netizen tersebut.

        Netizen lain menanggapi dengan nada bercanda terkait kondisi toko yang masih baru beroperasi.

        “Namanya baru buka bang, klo nanti pelanggannya udah banyak, kan bisa IPO,” balas netizen lainnya.

        Ada pula yang menilai penataan produk dalam toko terlihat tidak profesional dan tidak efisien.

        “Padahal ngatur jenis produk berurutan ada ilmunya gak sekedar naro aja,” tulis netizen lain.

        Sementara komentar lain menyoroti penggunaan ruang etalase yang dianggap kurang efektif.

        “Aslinya produknya dikit, kog bisa penyusunan produknya gitu. Gak efisien banget, satu face etalase minyak semua LOL, mungkin kalo kerja di Indomaret bakal kena tegur nih,” tulis netizen lainnya.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membangun ekonomi rakyat dari tingkat desa melalui operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

        Peresmian program tersebut dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

        Dalam sambutannya, Prabowo menyebut program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

        Baca Juga: Menkop Ferry Dorong Koperasi Tebu Kuasai Saham di Pabrik Gula

        “Saudara, nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang,” ujar Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: