Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gejolak Rupiah dan IHSG, Netizen Khawatir Badai Ekonomi Baru Akan Dimulai

        Gejolak Rupiah dan IHSG, Netizen Khawatir Badai Ekonomi Baru Akan Dimulai Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Banyak kekhawatiran muncul akibat pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.

        Seorang pengguna X dengan akun @txtdarigenz97 mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

        IHSG hari ini merosot tajam sebesar 3,76% ke level 6.470,34 pada penutupan sesi I, sementara rupiah melemah hingga tembus Rp17.676 per dolar AS.

        “Sekarang momen paling tepat untuk bijak dalam keuangan guys. Per hari ini (18 Mei 2026) – 1 dolar = Rp17.676, IHSG minus 3,76%. Kita gak tau apakah ini udah puncaknya atau ‘badai yang sebenarnya belum datang',” tulisnya, dikutip Senin (18/5).

        Ia pun membagikan langkah pribadi untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi, di antaranya mengurangi nongkrong atau pengeluaran konsumtif, lebih fokus menabung dan mengatur cash flow, dan emprioritaskan kebutuhan pokok dibanding gaya hidup.

        Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta para investor domestik untuk tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan IHSG. Menurutnya ini waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi pembelian.

        "Jadi teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekalian," kata Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

        Baca Juga: IHSG Longsor, Rupiah Melemah: Omongan Prabowo dan Serangan Media Asing Jadi Sorotan

        Baca Juga: IHSG Longsor, Dolar Naik: Prabowo Disebut Adu Domba Desa vs Kota

        Ia menegaskan pelemahan IHSG bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi Indonesia, namun murni karena sentimen jangka pendek.

        "Jadi fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu," kata Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: