Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Oona dan Airpaz Gandeng Reasuransi Global, Bidik Wisatawan Indonesia

        Oona dan Airpaz Gandeng Reasuransi Global, Bidik Wisatawan Indonesia Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menilai pengembangan ekosistem asuransi pariwisata penting untuk mendukung sektor wisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8% pada 2029.

        Menurut Dida, aspek keselamatan dan keamanan wisatawan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

        “Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak utama untuk mencapai target pertumbuhan 8% pada 2029. Oleh karena itu, untuk mendorong keamanan dan kenyamanan wisatawan, pengembangan ekosistem asuransi pariwisata merupakan langkah konkret untuk meningkatkan citra destinasi,” ujarnya dalam siaran pers Kemenko Perekonomian, dikutip Selasa (19/5/2026).

        Sejalan dengan hal tersebut, Oona Insurance Indonesia meluncurkan layanan asuransi perjalanan terintegrasi di platform pemesanan daring Airpaz sejak Maret 2026.

        Melalui kerja sama tersebut, pengguna Airpaz dapat langsung membeli perlindungan perjalanan saat melakukan pemesanan tiket penerbangan maupun hotel. Layanan ini juga didukung oleh Tune Protect Re sebagai mitra reasuransi.

        CEO sekaligus President Director Oona Insurance Indonesia, Vincent C. Soegianto, mengatakan integrasi asuransi ke dalam platform digital dilakukan untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin mengandalkan layanan digital dalam merencanakan perjalanan.

        “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Airpaz untuk menghadirkan solusi perlindungan kami secara langsung dalam proses pemesanan, sehingga kami hadir pada momen penting dalam perencanaan perjalanan pelanggan. Hal ini mencerminkan strategi kami untuk mengintegrasikan asuransi secara mulus ke dalam platform digital, serta menghadirkan perlindungan yang mudah diakses dan relevan bagi wisatawan Indonesia saat ini,” ujar Vincent dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

        Baca Juga: OJK Ungkap Dampak PHK ke Industri Asuransi, Risiko Klaim dan Gagal Bayar Naik

        Baca Juga: Bos AAJI Bongkar Biang Kerok Premi Asuransi Kesehatan Terus Naik

        Baca Juga: Bayu Buana Perkuat Transformasi Bisnis di Tengah Tantangan Industri Perjalanan

        Produk tersebut mencakup perlindungan atas risiko kecelakaan, keterlambatan penerbangan dan bagasi, pembatalan perjalanan, hingga kehilangan dokumen perjalanan dengan premi mulai Rp30 ribu untuk penerbangan domestik dan Rp50 ribu untuk perjalanan internasional.

        Chief Executive Officer Tune Protect Re, Janet Chin, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ekspansi layanan asuransi perjalanan di kawasan Asia Tenggara.

        “Kami bangga dapat mendukung kolaborasi ini melalui kontribusi keahlian reasuransi, serta pengalaman mendalam kami dalam asuransi perjalanan di lebih dari 30 negara,” ujar Janet.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: