Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Asuransi Umum Ditopang Properti, Premi Capai Rp8,47 Triliun

        Industri Asuransi Umum Ditopang Properti, Premi Capai Rp8,47 Triliun Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi dari lini usaha asuransi harta benda (property) menjadi penopang utama industri asuransi umum pada kuartal I-2026.

        Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan lini usaha harta benda, kendaraan bermotor, dan kredit masih menjadi penopang utama industri asuransi umum sepanjang awal tahun ini.

        “Berdasarkan data posisi Maret 2026, tiga lini usaha pada industri asuransi umum yang menjadi penopang utama meliputi lini usaha harta benda (property), kendaraan bermotor, serta kredit,” ujarnya dalam lembar jawaban tertulis, Kamis (21/5/2026).

        Tercatat, premi lini usaha harta benda menjadi yang terbesar dibandingkan lini usaha lainnya, yakni mencapai Rp8,47 triliun atau setara 25,18% dari total premi industri asuransi umum per Maret 2026.

        Sementara itu, premi asuransi kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp5,84 triliun dengan kontribusi 17,37% terhadap total premi industri. Selanjutnya, lini usaha kredit membukukan premi Rp4,73 triliun atau sekitar 14,05% dari total premi industri asuransi umum.

        Besarnya kontribusi lini asuransi properti menunjukkan tingginya kebutuhan perlindungan terhadap aset dan properti di tengah aktivitas ekonomi yang terus berjalan. Di sisi lain, kendaraan bermotor dan kredit masih menopang industri seiring pertumbuhan pembiayaan dan aktivitas konsumsi masyarakat.

        Baca Juga: OJK Ungkap Dampak PHK ke Industri Asuransi, Risiko Klaim dan Gagal Bayar Naik

        Baca Juga: Industri Asuransi Masih Tahan Guncangan Rupiah, AAJI Ungkap Alasannya

        Ogi menilai ketiga lini usaha tersebut diperkirakan masih akan menjadi tulang punggung industri asuransi umum sepanjang tahun ini. Selain itu, lini usaha kesehatan juga diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang industri dalam beberapa waktu ke depan.

        “Secara prospek, tiga lini usaha tersebut, ditambah lini usaha kesehatan, memang menjadi tulang punggung industri asuransi umum dalam beberapa waktu terakhir sehingga diproyeksikan ke depan tetap menjadi penopang utama industri asuransi umum,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: