Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penjaminan produktif masih mendominasi portofolio industri seiring tingginya kebutuhan pembiayaan sektor usaha dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan produk penjaminan kredit dan pembiayaan tetap menjadi penopang utama kinerja industri penjaminan pada kuartal I-2026.
“Berdasarkan data posisi Maret 2026, produk penjaminan kredit dan pembiayaan masih menjadi penopang utama kinerja industri penjaminan,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (22/5/2026).
OJK mencatat total outstanding penjaminan produktif mencapai Rp272,07 triliun atau sekitar 70,32% dari total outstanding industri penjaminan sebesar Rp386,87 triliun.
Besarnya porsi tersebut menunjukkan industri penjaminan masih didominasi dukungan terhadap sektor produktif. Hingga kini, penjaminan kredit dinilai masih memegang peran penting dalam memperluas akses pembiayaan, terutama bagi UMKM.
“Komposisi tersebut menunjukkan bahwa portofolio industri masih didominasi oleh dukungan terhadap sektor produktif, khususnya dalam rangka memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan dunia usaha,” kata Ogi.
Baca Juga: Jamkrindo Catat Penjaminan Rp43,6 Triliun untuk 836 Ribu UMKM
Baca Juga: Pelaku Usaha Kini Lebih Mudah Akses Modal dan Pelatihan lewat SAPA UMKM
OJK menilai tingginya pembiayaan sektor produktif menjadi faktor utama yang menjaga dominasi produk penjaminan kredit dan pembiayaan. Dalam beberapa waktu ke depan, Ogi memperkirakan penjaminan kredit masih akan mendominasi portofolio industri. Namun, industri juga tetap didorong melakukan diversifikasi produk agar struktur bisnis lebih seimbang.
“Ke depan, produk penjaminan kredit dan pembiayaan diperkirakan masih akan tetap mendominasi portofolio industri, seiring masih tingginya kebutuhan pembiayaan sektor produktif dan dukungan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
“Industri juga diharapkan dapat terus melakukan diversifikasi produk penjaminan agar struktur bisnis menjadi lebih seimbang dan berkelanjutan,” lanjut Ogi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: